Stikom On Media

Berita STIKOM Surabaya di berbagai media.

Ciptakan Penerjemah Bahasa Isyarat Abjad untuk Tunarungu

koran_sindo_nasional_2016-10-21_daerah_ciptakan_penerjemah_bahasa_isyarat_abjad_untuk_tunarungu_1Edisi 21-10-2016
Bagi sebagian orang, komunikasi menjadi masalah karena keterbatasan yang mereka miliki. Padahal, komunikasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu yang kerap mengalami masalah dalam komunikasi adalah para penderita tunarungu. Mereka tidak bisa berinteraksi dengan baik seperti orang normal, tapi mereka menggunakan bahasa isyarat. Sayangnya, tidak semua orang normal mengerti bahasa isyarat. Jadi, komunikasi dengan bahasa isyarat ini masih menyisakan masalah. Bermula dari permasalahan tersebut, salah satu mahasiswa Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Edo Aliffandhiarto menciptakan alat yang mampu menerjemahkan bahasa isyarat dalam bentuk tulisan digital. Read the rest of this entry »

Mahasiswa Stikom Buat Sarung Tangan Tuna Rungu dan Robot Pendeteksi Gas

Edo Aliffandhiarto, mahasiswa program studi S1 Sistem Komputer Stikom Surabaya, membuat sarung tangan yang mampu menangkap gerakan jari. Foto: humas Stikom Surabaya.

Edo Aliffandhiarto, mahasiswa program studi S1 Sistem Komputer Stikom Surabaya, membuat sarung tangan yang mampu menangkap gerakan jari. Foto: humas Stikom Surabaya.

Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 20 Oktober 2016 | 18:48 WIB
suarasurabaya.net
– Dua mahasiswa Stikom Surabaya hasilkan karya berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, Sarung Tangan dengan sensor flex untuk tuna rungu dan Robot pendeteksi kebocoran gas.

Terinspirasi masih banyaknya masyarakat yang tidak paham dan mengenali bahasa isyarat yang biasa digunakan tuna rungu, Edo Aliffandhiarto, mahasiswa program studi S1 Sistem Komputer Stikom Surabaya, membuat sarung tangan yang mampu menangkap gerakan jari. Read the rest of this entry »

Mahasiswa Stikom Surabaya Temukan Robot Pendeteksi Gas Mudah Terbakar

 Foto; Rijal JNR

Foto; Rijal JNR

20 Oct 2016
Jatim NewsroomIndustri kimia di Indonesia patut berbangga dengan hasil temuan mahasiswa program studi S1 Sistem Komputer Stikom Surabaya. Pasalnya kebocoran gassering terjadi pada pipa maupun pada tabung gas yang berada di area industrikini dapat diatasi dengan haditrnya penemuan robot pendeteksi gas mudah terbakar.

Gas yang mudah terbakar biasanya mengandung unsur gas metana dan butane yang mudah terbakar. Kebocoran gas tersebut sangatlah berbahaya bagi para pekerja maupun masyarakat di sekitar industri. Hal ini membuat para pekerja sangat kesulitan untuk mencari tahu di mana letak titik kebocoran gas yang akan dicari.Sehinggadirasa perlu untuk merancang dan membuat sebuah robot yang mampu untuk menggantikan peran manusia dan memiliki kemampuan mendeteksi kekuatan aroma gas, sehingga titik kebocoran bisa ditemukan. Read the rest of this entry »