Stikom On Media

Berita STIKOM Surabaya di berbagai media.

Mahasiswa Stikom Ciptakan Alat Perawat Tanaman Otomatis

Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Stikom Surabaya membuat inovasi dengan menciptakan alat berupa Automatic Smart Garden (Asgard). Peralatan ini terinspirasi oleh warga perkotaan yang ingin bercocok tanam namun tidak memiliki waktu dan lahan yang cukup. Alat ini juga sangat berguna untuk membantu bercocok tanam dengan lebih mudah dan praktis. Read the rest of this entry »

Teknologi Asgard, Bantu Petani Bercocok Tanam di Dalam Ruangan

jatimnow.com – Sebuah alat untuk pertanian dibuat oleh 40 mahasiswa Teknik Komputer Stikom Surabaya Angkatan 2019. Mereka berkolaborasi membuat alat yang diberi nama Automatic Smart Garden (Asgard) dan dipamerkan dalam pameran bornsister di kampus Stikom, Rabu (6/3/2019).

Geraldhi Aditya Putra Mahayadnya mengatakan karya implementasi teknologi otomasi di sektor pertanian dan perkebunan ini diharapkan dapat membantu petani untuk melakukan cocok tanam di dalam ruangan. Read the rest of this entry »

Tampilkan Asgard, Bantu Bercocok Tanam di Lahan Minim

Suarasurabaya.net – Sebanyak 40 mahasiswa Teknik Komputer Angkatan 2018 Stikom Surabaya berkolaborasi membuat sebuah alat otomatis dalam sektor pertanian dan perkebunan bertajuk Automatic Smart Garden(Asgard) yang ditampilkan dalam pameran tahunan bornsister.

Karya yang berfokus pada implementasi teknologi otomasi di sektor pertanian dan perkebunan ini, diharapkan dapat membantu petani untuk melakukan cocok tanam di dalam ruangan. Selain itu mahasiswa juga mendapat informasi serta visi ke depan tentang Revolusi Industri 4.0 pada sektor tersebut.

Geraldhi Aditya Putra Mahayadnya Ketua Panitia bornsister menyampaikan Dengan menggabungkan beberapa sensor yaitu sensor suhu, sensor kelembapan udara, sensor kelembapan tanah dan desain tempat, menghasilkan alat yang canggih bagi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan lebih untuk bercocok tanam khususnya tanaman-tanaman dari pegunungan.

“Alat ini cocok bagi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan luas untuk bercocok tanam. Dengan memadukan sejumlah perangkat dan elemen, maka alat canggih ini sangat bermanfaat untuk mereka yang ingin bercocok tanam tapi tidak memiliki lahan karena alat ini cukup membantu,” terang Geraldhi, Selasa (5/3/2019).

Lebih jauh Geraldhi menjelaskan bahwa dari beberapa sensor tersebut disatukan sehingga menjadi Asgard, yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, mulai dari air, kelembaban udara, suhu, dan cahaya.

Tanaman dapat tumbuh tanpa paparan sinar matahari dengan cara menyalakan lampu grow light, dan lampu bohlam. Kebutuhan pencahayaan pada tanaman dikontrol sesuai jadwal menggunakan real time clock.

Dan ketika tanahnya tidak stabil, kebutuhan air pada tanaman dibaca melalui sensor kelembaban tanah yang ditanam pada tanah dekat tanaman. Sehingga alat ini dapat mengeluarkan air. Ketika humidifier dinyalakan dapat menstabilkan kelembapan udara secara otomatis yang dipasang di dinding alat.

Pameran ini diselenggarakan di Stikom Surabaya selama 2 hari Selasa (5/3/2019) sampai dengan Rabu (6/3/2019) di Ruang Expo lantai 1 kampus Stikom Surabaya. Pameran bornsister merupakan tradisi bagi mahasiswa S1 Teknik Komputer guna menciptakan karya terkait disiplin ilmu di bangku perkuliahan.(tok/ipg)

*Sumber : Onlie | Edisi Selasa, 5 Maret 2019 | https://infoteknologi.suarasurabaya.net/news/2019/217672-Tampilkan-Asgard,-Bantu-Bercocok-Tanam-di-Lahan-Minim