#BUNDA BELAJAR, SARASEHAN BERSAMA STIKOM SURABAYA

by admin

Karena ‎pendidikan bukan persiapan untuk hidup, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri dan disinilah kami hadir di tengah ratusan pelajar, mahasiswa, guru, kalangan profesional serta para pemerhati sosial budaya duduk bersama dalam pelaksanaan sarasehan yang diselenggarakan Stikom Surabaya, membahas topik bagaimana menyikapi secara bijak fenomena teknologi dan game dilihat dari perspektif ekonomi bisnis, sosial budaya, dan teknologi, sekaligus dalam rangka menyambut “17 Agustus” hari Kemerdekaan Republik Indonesia,  walaupun kini tidak lagi mengangkat bambu runcing tetapi dengan tulisan dan pena terus turut berjuang, “Merdekaa..!!”

1

Bertempat di Gedung Serbaguna Kampus Stikom Surabaya, pada hari Kamis, 11 Agustus 2016, sarasehan yang dikonsep dalam bentuk forum diskusi mengusung tema  :

“Ada Apa dengan Pokemon Go? Kupas Tuntas Fenomena Teknologi Game dari Perspektif Ekonomi Bisnis, Sosial Budaya, dan Teknologi”

2

Menjadi orang tua di era milenium ini pasti sering dibuat galau, dilema, was-was, harap2 cemas dan ribuan rasa khawatir, membayangkan masa depan ananda kita,

mau jadi apa ya ?

sukses kah mereka ?

mampukah untuk mandiri ?

tiada henti tanya dalam hati dan do’a yang kita lantunkan dalam sujud panjang kita. Kita tidak bisa menutup mata perkembangan teknologi dunia saat ini telah mampu menghipnotis sebagian besar masyarakat, khususnya generasi milenium. Tidak jarang selalu menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia. Melihat fenomena inilah, Stikom Surabaya tergerak untuk peduli mencari solusi terhadap problematika di masyarakat, khususnya dalam menyikapi gejala sosial yang muncul berkaitan dengan teknologi secara umum dan game secara khusus, d‎engan menghadirkan narasumber :

  1. Suko Widodo, MA. (Ketua Pusat Informasi dan Humas Universitas Airlangga Surabaya)
  2. Dr. Jusak (Dekan Fakultas Teknologi dan Informatika Stikom Surabaya)
  3. Dr. Haryanto Tanuwijaya, S.Kom., M.MT. (Kepala Program Studi S1 Manajemen Stikom Surabaya)
  4. Roy Laurens, S.Kom., M.Sc. (Praktisi IT dan Game, Sola Fide, Inc. Tampa, FL, USA)
suko

Suko Widodo M.A. (Ketua Pusat Informasi Dan Humas Univ.Airlangga, Surabaya)

“GARUDA” ; gagah di luar remuk di dalam

Ananda yang hidup di jaman yang berbeda dengan kita, sungguh layaknya laksana “Garuda” – gagah di luar remuk di dalam, hal ini sangat tidak kita harapkan, mengapa remuk di dalam? karena kita yang tidak siap akan mudah untuk tersingkirkan, kita yang tidak memikiki mental juara akan mudah menyerah, kita yang tidak mau belajar akan menjadi “hamba”/follower/pengekor, bukan menjadi pemimpin. Miris sekali karena fakta yang ada di sekitar kita seakan meng-amini, ananda yang semakin terseret di dunia digital yang katanya tidak gaul jika tidak update, yang katanya tidak kekinian jika tidak mengikuti hal baru di dunia maya/media sosial, sungguh jihad perjuangan kita harus sentiasa bergandengan, kita para orang tua harus mampu untuk terus menggandeng tangan dan memeluk buah hati kita, tentu saja tidak cukup hanya dengan do’a, tetapi ikhtiar dan pendampingan harus sentiasa kita sertakan, agar kelak ananda dan cucunda mampu menjadi generasi yang “gagah di luar kuat di dalam”.

3

Dr. Jusak (Dekan Fakultas Teknologi dan Informatika Stikom Surabaya)

Kupas tuntas “Pokemon go” ; Pokemon Go secara resmi dirilis 6 Juli 2016 lalu di Amerika, Australia dan Selandia Baru. Menurut rencana akan terus menyebar ke berbagai belahan dunia. Meski baru seumur jagung, gejala sosial yang ditimbulkan luar biasa. Data Think Gaming, sebuah perusahaan analisis mobile aplication menyebutkan Pokemon GO diperkirakan berhasil meraup US$1,6 juta (sekitar Rp21 miliar) per hari di Amerika Serikat. Sedangkan data dari Similarweb menunjukkan performa Pokemon GO hampir melampaui Twitter pada 8 Juli 2016. Durasi waktu penggunaan setiap harinya, Pokemon GO sudah berhasil melampaui sejumlah aplikasi populer, seperti‎ ‎WhatsApp, Instagram, Snapchat dan Facebook Messenger.

4

Walaupun populer dan menjadi fenomena, terlepas dari efek “demam” Pokemon GO, Cina melarang perilisan game ini di negaranya. Cina tidak ingin warganya menjadi hamba/follower, tetapi harus mampu menjadi leader, tuan rumah di negaranya sendiri, andai saja Indonesia juga mampu untuk tegas menolak.

Di Indonesia efek yang ditimbulkan begitu luar biasa, jauh sebelum resmi diluncurkan pada 6 Agustus 2016, media massa berlomba memberitakan game ini seolah layaknya super star yang baru lahir dan wajib dijadikan headline utama, di balik popularitasnya, permainan berbasis augmented-reality ini‎ masih menuai pro dan kontra. Ada yang setuju dengan kehadirannya, namun ada juga yang menolak. Masing-masing memiliki alasan sendiri.

Bagi sebagian “gamer” layaknya candu, hingga mampu merenggut waktu dan pergaulan di dunia nyata. Bijaksana inilah kata kuncinya, Mengedepankan sikap hati-hati dan waspada adalah kunci dari menyikapi semua dampak yang ada baik postif maupun negatif dengan bijaksana.

5

Dr. Haryanto Tanuwijaya, S.Kom., M.MT. (Kepala Program Studi S1 Manajemen Stikom Surabaya)

Peluang bisnis ; tidak hanya ikut-ikutan bermain tetapi kalangan pebisnis memanfaatkan euforia masyarakat untuk meraup pundi2 rupiah, peluang usaha yang tercipta berkat kemunculan Pokemon Go.

6

Mulai dari kaos, topi, aksesoris, juga kreasi kue/sajian hidangan bertemakan Pokemon Go, rental mobil dan motor yang menyediakan jasa mengantar untuk berburu, hingga hotel, restaurant dan pusat perbelanjaan yang memberikan souvenir dan voucher bagi pengunjung.

Walaupun game Pokemon Go sering diberitakan membawa dampak negatif, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa game Pokemon Go banyak membawa berkah bagi banyak pihak.

7

Roy Laurens, S.Kom., M.Sc. (Praktisi IT dan Game, Sola Fide, Inc. Tampa, FL, USA).

Bijak mengolah data dan sambut masa depan.‎Walau kecemasan muncul dimana-mana, khususnya terkait dampak negatif permainan ini tetapi pendekatan dari tren teknologi digital dan virtual yang berkembang dari kemajuan teknologi informatika dan komunikasi, manfaatnya telah banyak kita rasakan.

“Hiburan” menjadi salah satu manfaat dari kecanggihan teknologi masa kini, ‎smartphone yang kini sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, rasanya tidak ada yang bisa lepas dari hipnotisnya, mau makan, mau tidur, mau mandi, ingat kamu…..

#eehh jadi seperti lagu ya :))

Ini kenyataan yang sulit dibantah, untuk menghadapi serbuan permainan virtual masa depan, kita yang tiap hari tidak pernah lepas dari smartphone kesayangan harus sudah siap secara lahir batin, harus siap “mental” dengan amunisi yang tepat, yang dengannya kita mampu selamat, bertahan, ibarat pepatah “sedia payung sebelum hujan”; karena walaupun payung tidak bisa menghentikan hujan, tetapi dengan payung kita bisa berjalan di bawah hujan.

Terimakasih Stikom Surabaya..

Terimakasih kepada semua narasumber..

Hujan bisa reda tetapi kita masih mampu mengeja pelangi.. ♥

8

9

‎#Bundabelajar

*Sumber: https://dwipermitasari.wordpress.com/2016/08/12/2068/