Ajang Mahasiswa Pamerkan Tugas Akhir

by admin

Koran_Sindo_Nasional_2017-01-22_Daerah_Ajang_Mahasiswa_Pamerkan_Tugas_Akhir_1Program studi (Prodi) S-1 Desain Komunikasi Visual Institut Bisnis dan Informatika (STIKOM) Surabaya konsisten dalam menggelar agenda tahunan, Gestaltif, yang menjadi ajang pameran produk syarat mengambil tugas akhir (TA) mahasiswa.

Gestaltif 2017 yang dimulai kemarin hingga besok lusa di Atrium East Coast Center Surabaya, Jalan Raya Laguna KJW Tambak, Surabaya, ini mampu menyita perhatian pusat perbelanjaan di Surabaya Timur tersebut. Banyak pengunjung mencermati karya yang dipamerkan. Humas Institut Bisnis dan Informatika STIKOM Surabaya Sugiharto Adhi Cahyono mengatakan, Gestaltif merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa S-1 Desain Komunikasi Visual.

“Ini untuk unjuk karya dan kreativitas di hadapan publik. Selain itu, kegiatan seperti ini digunakan sebagai syarat untuk menempuh ujian akhir atau tugas akhir (TA),” kata Adhi di sela pameran kemarin. Nama Gestaltif diambil dari penggabungan kata gestalt dan kreatif. Gestalt merupakan suatu teori psikologi yang paling kerap digunakan dalam proses desain, fungsinya untuk mempermudah memersepsikan suatu visual. Kemudian ditambah dengan kreatif sehingga harapannya suatu karya yang dirancang memiliki sudut pandang lebih menarik. Sementara tema yang diusung, yaitu “Departure 2017”.

Departure merupakan awal keberangkatan mahasiswa ke jenjang lebih tinggi. “Mereka dihadapkan pada problematika yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Dalam perjalanannya harus mampu memberi solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada, khususnya berkaitan dengan keilmuan yang dipelajari,” sambungnya. Karya yang dibuat harus mampu memberi kontribusi positif di masa sekarang dan masa depan. Jadi, tema “Departure” diharapkan menjadi puncak seorang mahasiswa untuk berangkat menuju perjalanan hidup yang lebih baik dan penuh harapan.

Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah agar mahasiswa mampu saling mengapresiasi karyanya, baik oleh rekan maupun masyarakat luas. Gestaltif diharapkan juga mampu mengedukasi masyarakat melalui rangkaian acara yang digelar agar lebih mengerti bagaimana perkembangan industri kreatif, potensi, dan model industri kreatif. Melihat di lokasi pameran, ada banyak karya ditampilkan. Di antaranya, produk seni terapan berupa branding tool, media promosi, buku, ilustrasi, video, dan produk kreatif lainnya. Selain pameran ada juga workshop, talkshow, dan meet-up community.

Beberapa karya yang dipamerkan, meliputi perancangan buku photography story Damar Kurung Sriwati Masmundari, untuk mengenalkan kearifan seni lokal Gresik. Selain itu, ada perancangan buku pedoman konsumen cerdas dengan teknik komik strip sebagai upaya meningkatkan kesadaran remaja di Kota Surabaya. Karya lain, perancangan buku Pop Up Ayo Mengenal Pancasila serta beberapa karya lainnya.

“Menarik. Melihat karyanya, sepertinya mahasiswa yang membuatnya sudah layak masuk dunia kerja, langsung kerja. Kalau saya melihat, karyanya sudah layak jual. Sudah mampu menarik minat orang untuk beli,” tutur Ardhya Anggraeni, warga Rungkut, Surabaya, yang ditemui di East Coast.

http://www.koran-sindo.com/news.php?r=4&n=26&date=2017-01-22