Aksi Bully Cara Abimanyu

by admin

Jarum menunjukan pukul delapan malam. Para pengunjung bukannya surut, melainkan semakin banyak berdatangan di area pameran. Sementara Abimanyu (21) tak sedikitpun terpengaruh dengan lalu lalang orang-orang di sekitarnya. Matanya focus pada objek ilustrasi yang dikerjakan secara on the spot di stan miliknya.

Jari jemarinya sangat luwes saat kuasnya menyapu alis, rambut, dan tangkai bunga mawar yang menempel di dada hingga menembus punggung pemuda tanggung sebagai objek ilustrasinya. Menurutnya, ada kedalaman makna di setiap sapuan kuasnya.

Pemilik nama Abimanyu Nagara itu sengaja mengangkat tema bullying dan kekerasan social lainnya dalam karyanya. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Stikom Surabaya ini mengaku prihatin dengan kekerasan social dan mengekspresikannya melalui karya ilustrasi bergaya surealis di ajang popcon Asia ke-6, 5-6 Agustus 2017 di Jakarta Convention Center, Senayan.

“Gaya surealis memberi saya kebebasan berkespresi sekaligus berempati,” kata Abimanyu yang mendirikan stan bersama illustrator andal dari Surabaya, seperti Thomas Hanandry, Erwan Prijadi, Fahmi Asyari, Ontav, dan Diah Asri Safitri.

Surealis, lanjut Abimanyu, adalah gaya seni yang tak lazim dan melampaui logika. Misalnya, gambaran kepala manusia yang sebagian mukanya dipenuhi tangkai bunga, kepala binatang, atau perpaduan lainnya.

Dengan teknik aquarell dan graphite, karya ilustrasi miliknya tampak lebih hidup dan alami. Teknik aquarelle menggunakan cat air. Sedangkan graphite mengandalkan pensil saja.

Pemuda kelahiran Sidoarjo, 11 Januari 1996 ini bersyukur karena karya-karyanya yang selama ini diposting di instagram diapresiasi banyak orang, termasuk Thomas Hanandry, illustrator andal Surabaya.

“Berkat beliaulah (Thomas Hanandry, red) saya mendapat kehormatan bisa pemeran di Popcon Asia 2017 bersama creator-kreator kelas dunia,” ungkap pemilik akun instagram @heybimss ini.

“Ini pertama kalinya saya diundang pameran bertaraf internasional. Saya nervous sekaligus bangga,” ungkap Abimanyu yang menjadi salah satu peserta termuda di pameran ini.

Popcon Asia atau Popular Culture Convention Asia adalah festival industri kreatif terbesar di Indonesia yang berskala internasional.

Tahun ini Popcon Asia diikuti peserta dari berbagai Negara, seperti Jepang, Amerika, Prancis, Singapura, Korea, Thailand, Malaysia, Australia, Belanda, dan negara-negara lainnya. Mereka adalah para illustrator, komikus, desainer, film maker, produser, distributor, penulis, penerbit, animator, dan creator lainnya.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2017/08/09/menyimak-aksi-bully-empati-cara-abimanyu

Cetak: Harian Surya, 10 Agustus 2017 | Citizen Reporter | Hal. 10

Online: http://surabaya.tribunnews.com/2017/08/09/menyimak-aksi-bully-empati-cara-abimanyu

Penulis:

Muhammad Bahrudin (Dosen Desain Komunikasi Visual Stikom Surabaya/ Mahasiswa S3 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia)