Alat Seharga Rp 200 Ribu Ini Sangat Berguna Untuk Pasien Rumah Sakit

by admin

Tony Abriyanto Oktaviano mahasiswa Stikom penemu alat pendeteksi jatuh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Mahasiswa jurusan Sistem Komputer Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya,  Jawa Timur, Tony Abriyanto Oktaviano menciptakan alat pendeteksi jatuh.

Alat yang dinamainya Fall Detector Using Accelerometer With Bluetooth Communication itu mampu mendeteksi adanya orang yang jatuh.

Tony mengungkapkan, alat itu diciptakannya berdasarkan pengalaman teman-temannya saat berada di panti jompo. “Pasien di panti jompo atau rumah sakit pasti sering banget jatuh. Nah kalau jatuh, perawat kan tidak selalu ada di situ, jadi tidak bisa langsung menolong,”kata Tony kepada TribunJatim.com, Kamis (2/3/2017). Oleh karena itu, menurutnya alat itu sangat cocok untuk digunakan di rumah sakit atau panti jompo.

Sistem kerja alat itu menurut Tony cukup sederhana. “Alat ini bisa beroperasi menggunakan baterai atau terhubung dengan kabel USB laptop, selanjutnya alat pemantau dipasangkan pada pasien, dan terhubung dengan alat yang ada di dekat perawat melalui koneksi bluetooth,”ujar Tony. Sehingga, apabila ada pasien yang jatuh, maka alat yang ada di ruangan perawat akan berbunyi, dan perawat dapat segera menolong pasien.

Alat pendeteksi jatuh (TribunJatim.com)

“Pendeteksi ini merupakan perkembangan dari penelitian sebelumnya, yakni menggunakan smartphone, serta bersensor Accelerometer, dan sekarang saya tambahkan alat Arduino Uno,”terang Tony. Namun, menurut Tony saat ini alat itu juga masih memiliki keterbatasan, yaitu hanya dapat mendeteksi satu titik. “Tapi nanti akan saya kembangkan terus, jadi nanti bisa ditambahi sistem GPS dan kamera. Sehingga perawat dapat mengetahui di mana letak pasien yang jatuh,”ucap Tony. Untuk membuat alat itu Tony membutuhkan biaya sebesar Rp 200 ribu.

 

Sumber : http://jatim.tribunnews.com/2017/03/02/alat-seharga-rp-200-ribu-ini-sangat-berguna-untuk-pasien-rumah-sakit

Kamis, 02 Maret 2017