Alternatif Mobile OS untuk Smartphone – Firefox OS Bersama Keon

by admin

Keon and Peak

Keon and Peak

Operating System (OS) mobile yang dibenamkan pada perangkat gadget semakin banyak jenisnya. Setelah Android, iOS, dan Windows Phone yang mendukung smartphone yang beredar di Indonesia, kini hadir pula Firefox OS (FxOS). Kali ini FxOS bisa dikenal melalui Keon, smartphone produksi Geeksphone dari Spanyol.

Desain gadget kini ditujukan ke bentuk mobile. Perangkat yang mudah dibawa kemana saja, dengan dukungan hardware dan software yang tak kalah canggih dan bandel dari personal computer (PC). Bermunculannya notebook, netbook, smartphone, dan sekarang tablet menjadi bagian dari perubahan tadi. Namun, bagaimana kecanggihan perangkat teknologi informasi dan komunikasi tersebut begitu mampu dijalankan oleh orang adalah berkat sistem operasinya.

Jika iOS dikenal line produk Apple, Android yang menyelisip di hampir semua gadget baru, atau Windows Phone yang turut urun ‘tampilan’ hasil utak atik para pakar software dari Microsoft, sekarang muncuk FxOS.

Sistem operasi mobile komunikasi yang mendukung teknologi Open Web ini dikembangkan Mozilla Firefox, sebuah mesin browser open source. Dengan model Open Web tersebut memungkinkan setiap orang dapat mengembangkan aplikasi bersama-sama untuk dunia teknologi yang lebih baik. Jika pada teknologi Android orang mengenal aplikasi play store, maka dalam OS dengan platform Web, FxOS, milik Mozilla ini adalah Fireforx Marketplace.

Nah, Mozilla Firefox memperkenalkan Keon sebagai Devices Developer Preview yang diklaim sebagai yang pertama di dunia yang menggunakan FxOS. Perangkat ini khusus dibawa dari London oleh Yoe One Ariestya Niovitta, Mozilla Representatives Indonesia, yang juga tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer Surabaya (STIKOM) Surabaya.

“Ada kelebihan dari perangkat ini dibanding lainnya terutama yang berbasis Android. Salah satunya karena perangkat ini berbasis platform web,” kata Yoe, Selasa (11/6). Plaform ini memungkinkan fitur dan aplikasi yang bisa dijalankan lebih banyak dibandingkan dengan OS lain. Selain itu, dengan menggunakan Hyper-Text Markup Language (HTML) versi 5 yang dapat dijalankan di FxOS, maka memungkinkan semua orang mengembangkan dan membuat berbagai macam aplikasi dengan lebih mudah.

“Terutama untuk kalangan mahasiswa dan teknologi ini juga baru pertama kali diaplikasikan ke gadget,” ucap Yoe. Benny Chandra, salah satu Mozilla Representatives Indonesia, menambahkan bahwa FxOS merupakan sistem operasi mobile baru dari Mozilla yang dibangung di atas teknologi Open Web (Web API baru, HTML5, CSS, dan sebagainya). “Sehingga setiap fitur dapat dibangun sebagai aplikasi web. Entah itu panggilan telepon, mengirim dan menerima pesan, atau menjelajah internet,” papar Benny. Kehadiran FxOS untuk piranti bergerak membuat aplikasi Web dapat mengakses kempuan piranti yang sebelumnya hanya dibuka untuk native apps.

Sementara itu, Yoe One mengungkapkan bahwa perangkat ini dikembangkan dengan kode proyek mobile OS dari Mozilla yaitu Boot to Gecko (B2G). Baru kemudian resmi menggunakan nama Firefox OS.(ida)

Sumber: Koran Surya Cetak Edisi | Senin, 17 Juni 2013 | Rubrik Gadget Style