Bersedekah dengan Menanam Pohon

by admin

Wawan Wahyudi Efendi
Memaknai kehidupan tidak hanya melalui kebaikan hidup antar sesama manusia. Bahkan dalam Islam, kebaikan manusia dengan hewan dan tumbuhan termasuk sebuah perilaku yang mulia. Perilaku itu lah yang saat ini dilakukan oleh pria berbadan tegap Wawan W Efendi. Penulis buku yang berjudul “Ringankan Akhiratmu dengan Menanam Tumbuhan” ini ingin menyampaikan jika sedekah tidak hanya melulu tentang uang.

Menurut pria yang mempunyai nama asli Wawan Wahyudi Efendi ini menuturkan jika selain uang, menanam tumbuhan pun juga bisa bernilai amal jariyah jika niatannya hanya untuk kebaikan makhluk hidup dan akhirat.

“Saya belajar dari sebuah kitab riyadhus shalihin, ada sebuah hadist yang menyatakan : Tumbuhan jika kita tanam, kalau tumbuhan dimakan manusia dan hewan bisa bernilai sedekah hingga hari akhir,” ungkapnya.
Artinya, lanjut dia, dalam konsep Islam, sedekah bisa melalui apa saja. Terlebih lagi jika sedekah tersebut bisa bermanfaat hingga hari akhir yang sering disebut sebagai amal jariyah.

Staf Kemahasiswaan Institute Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya bidang penalaran ini menjelaskan jika dalam menanam sebuah tumbuhan saja banyak oksigen dan karbondioksida yang diserap, buah yang dihasilkan oleh tumbuhan, sayuran untuk di perjual belikan maupun dikonsumsi tidak hanya manusia namun juga binatang, maka pahala akan terus mengalir untuk pelaku. Karena menurutnya, jika manusia dapat menanam tumbuhan, mereka bisa bersedekah oksigen sekitar 24 juta dalam satu hari jika di uangkan.

“Ini kan membuat keberlangsungan hidup manusia lebih lama lagi, kalau kita menyadari pentingnya menanam tumbuhan. Lebih lagi diniatkan untuk sedekah dan kebaikan” jelasnya. Lebih lanjut, lulusan biologi Universitas Muhammadiyah Malang ini menambahkan jika pada prinsipnya setiap yang manusia lakukan dengan tumbuhan akan kembali pada dirinya sendiri. Misalnya saja, imbuhnya ketika kita menanam, oksigen kita dapatkan. Karena kita harus sadari bahwa manusia sebenarnya sangat bergantung dengan oksigen dan mereka tidak bisa hidup tanpa oksigen.

“Maka tanam lah tumbuhan sebanyak-banyaknya” pesan Wawan W Efendi untuk masyarakat kepada Bhirawa jumat (18/5) usai bedah buku yang ia tulis.

Salah satu yang ditegaskan Wawan dari hasil bedah buku jumat lalu adalah, bahwa masyarakat harus memahami konsep mencintai tumbuhan dan lingkungan. Ketika manusia merusak lingkungan, menebang hutan secara liar, tanpa manusia sadari hal tersebut akan berdampak langsung pada perusakan kualitas hidup manusia.

“Bagaimanapun juga tumbuhan itu produsen, kita yang butuh hidup dengan tumbuhan, bukan sebaliknya. Kita tidak bisa lepas dari tumbuhan dan lingkungan. Jika lingkungan lestari otomatis kehidupan manusia juga berkualitas” pungkasnya. [ina]

*Sumber : Cetak| Harian Bhirawa | Pendidikan | Edisi Minggu 20 Mei 2018 | hlm. 7

Bersedekah dengan Menanam Pohon