Brilian, Kuliah Berbasis Hibrid ala Stikom Surabaya

by admin

Mahasiswa Stikom mengikuti kuliah dengan aplikasi Brilian, metode pembelajaran Hybrid Learning dengan pemanfaatan Google Apps for Education, Kamis (29/1/2015).

Mahasiswa Stikom mengikuti kuliah dengan aplikasi Brilian, metode pembelajaran Hybrid Learning dengan pemanfaatan Google Apps for Education, Kamis (29/1/2015).

SURYA.co.id | SURABAYA – Kuliah tak harus dilakukan dengan tatap muka antara mahasiswa dan dosen. Institut Bisnis dan Informatika Stikom, Surabaya, kini memadukan model pembelajaran tatap muka dengan online. Ini bisa terwujud berkat Brilian, aplikasi pembelajaran berbasis hibrid.

Yoe One Ariestya Niovitta tersenyum bangga saat melihat aplikasi Brilian dipresentasikan di depan awak media, Kamis (29/1/2015).

Alumnus Jurusan Sistem Informasi, Institut Bisnis dan Informatika, Stikom, Surabaya inilah yang memiliki gagasan awal pembuatan aplikasi ini.

Saat itu, Yoe One masih berstatus mahasiswa dan menjadi Brand Ambassador Google untuk wilayah Asia Tenggara 2013-2014.

Di depan dosen-dosennya, alumnus SMAN 11 Surabaya ini memaparkan tentang aplikasi-aplikasi yang dimiliki Google.

“Saya katakan ada banyak layanan Google yang memudahkan mahasiswa seperti Google Aps for Student, kenapa ini tidak dimanfaatkan Stikom,”kata Yoe One saat ditemui di sela-sela acara.

Ungkapan Yoe One ini langsung memantik reaksi para dosen, mereka pun langsung membuat konsep aplikasi pembelajaran yang memanfaatkan layanan Google.

“Saya sempat ikut menyusun konsepnya, sementara aplikasinya langsung dibuat bapak ibu dosen,”sebut gadis kelahiran 10 April 1993.

Empat bulan konsep dan aplikasi ini dibuat dan mulai tahun ajaran 20154-2015 Brilian menjadi aplikasi wajib untuk mahasiswa baru Stikom.

Sri Hariani Eko Wulandari, salah satu dosen pembuat aplikasi Brilian mengungkapkan, layanan ini memenuhi kebutuhan mahasiswa masa kini yang senang berselancar di dunia maya dibandingkan duduk, diam dan mendengarkan dosen mengajar.

Untuk bisa masuk ke aplikasi ini, mahasiswa harus memiliki ID dan password. Mereka lalu memasukkan mata kulaih apa saja yang akan diambil semester ini. Dari sini akan muncul data masing-masa mata kuliah.

”Mahasiswa hanya bisa menagkses mata kualihnya. Di luar itu tidak bisa,”terang dosen berhijab ini.

Masing-masing mata kuliah akan menampilkan delapan menu yakni Course, Forum, Assignmeny, Announcement, Score List, Lecturer Minutes, Syncronous Learning dan Anti Plagiarism.

Menu Course berisi materi-materi yang akan diajarkan di mata kuliah itu selama satu semester. Materi ini bisa di download gratis oleh mahasiswa. Mahasiswa tidak perlu mencatat apalagi memfotokopi atau membeli bukunya.

”Ini jauh lebih efisien karena mengurangi pengeluaran mahasiswa,”sebut Yani, panggilan Sri Hariani Eko Wulandari.

Sementara menu Forum dipakai interaksi atau tanya jawab antara mahasiswa dan dosen. Lalu menu Assignment berisi informasi dan tugas-tugas yang diberikan dosen.

Menu Announcement berisi pengumuman yang diberikan dosen tentang mata kuliahnya atau hal-hal lain berkaitan dengan proses perkuliahan.

Menu Score List berisi nilai-nilai yang dibeikan dosena tas tugas-tugas yang sudah dikerjakan mahasiswa dan menu Lecturer Minutes berisi absensi atau berita acara pengajaran.

Menu yang paling banyak disukai mahasiswa adalah Syncronous Learning. Menu ini bisa dipakai mahasiswa dan dosen untuk proses perkuliahan secara online dengan posisi mereka saling berjauhan.

Operasional menu ini kemarin (29/1/2015) diperagakan Erwin Sutomo, Dosen Sistem Informasi bersama enam mahasiswanya yang berada di lokasi lain.

Saat itu Erwin memberikan tugas Algoritma dan enam mahasiswa ini secara bersama-sama mengerjakan tugas itu meski berada di lokasi lain. ”Walaupun tanpa conect internet, mereka bisa mengerjakan tugas ini, dan mengumpan balik hasilnya secara online di aplikasi ini,”terang Yani.

Diakui Yani, aplikasi ini sangat membantu mahasiswa karena semua dosen tetap Stikom telah meng-upload materi kuliahnya dan siap menggelar kelas online.

”Aplikasi ini membuat perkuliahan fleksibel; dimanapun dan kapanpun serta mengubah paradigma kuliah yang kaku dan tidak menyenangkan menjadi mudah dan menyenangkan,”katanya.

Menurut Yani, aplikasi ini bisa dibuat siapapun karena tinggal memadukan aplikasi yang ada di Google.

”Semoga apikasi yang kami buat ini bisa menjadi inspirasi siapapun yang ingin pembelajaran menjadi lebih mudah dan efisien,”tukasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya.

Sumber: Surya Online | http://surabaya.tribunnews.com/2015/01/29/brilian-kuliah-berbasis-hibrid-ala-stikom-surabaya