Cegah Plagiat Skripsi, Dosen Stikom Pelajari Software Turnitin

by admin

brt71904867Surabaya (beritajatim.com) – Mengingat waktu Tugas Akhir (TA) mahasiswa di seluruh program studi (prodi) semakin dekat. Maka dari itu para dosen dianjurkan dapat mengoreksi keasliaan karya ilmiah yang diciptakan oleh para mahasiswanya.

Stikom Surabaya mempunyai cara tersendiri mengenai pencegahan aksi plagiat itu salah satunya, para Dosen Institut Bisnis dan Informatika mengikuti Training dan Workshop Deteksi Plagiasi Karya Ilmiah, yang mempelajari software Turnitin

Wakil Rektor I bidang akademik Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Pantjawati Sudarmaningtyas mengatakan, sofware Turnitin ini mempermudah dosen dalam mengawasi dan memfilter karya ilmiah mahasiswa.

Selain itu, dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa dan dosen peneliti untuk menghargai hasil karya orang lain dengan cara menyebutkan sumber asalnya.

“Dengan begitu, nilai-nilai kejujuran intelektual dapat ditanamkan untuk membentuk generasi-generasi yang berkualitas dalam dunia pendidikan. Tidak hanya tugas akhir yang di cek, namun juga tugas-tugas yang dikerjakan mahasiswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2012 akses untuk aplikasi plagiat ini hanya untuk dosen. Seperti mengkaji hasil unggahan teks untuk dilihat dari berbagai database tingkat kemiripannya.

“Dari aplikasi ini diketahui kemiripan hasil mahasiswa dengan beragam sumber sampai berapa persen, kalau kurang 40 persen maka bisa maju sidang skripsi,” jelasnya.

Aturan ini sudah diberlakukan sejak 2012 melalui SK Ketua Stikom, yaitu fokus tugas akhir harus indeks kemiripan tidak boleh lebih dari 40 persen. Dan beberapa dosen juga diimbau untuk menerapkannya dalam tugas mata kuliah.

“Ada beberapa mahasiswa yang skripsinya sudah disusun tetapi setelah dikoreksi ternyata kemiripannya dengan berbagai sumber lebih dari 40 persen. Jadi mereka harus memperbaikinya,” tuturnya.

Perbaikan skriksi ini, menurutnya tentu akan berdampak pada masa penyelesaian skrips yang bertambah. Sehingga tahun ini aplikasi anti plagiat ini juga harus diterapkan pada mahasiswa Stikom Surabaya. Sehingga mahasiswa bisa mengoreksi skripsinya setiap bab, apakah kemiripannya lebih dari 40 persen atau tidak.

“Sebenarnya mahasiswa sudah tahu aturannya, mungkin mereka tidak tahu persentasenya. Jadi harus menerima konsekuensi pertambahan masa studi, kalau sekarang setelah mereka ikut kelas mengoreksi karyanya bisa lebih cepat diperbaiki,” paparnya.

Tahun ini sebanyak 70 dosen diminta mengajarkan alikasi ini untuk digunakan mahasiswa bimbingannya. Namun, masih terbatas pada hasil karya dalam bentuk teks, sedangkan untuk jurusan yang memuat gambar didalamnya seperti DKV, Multimedia dan desain grafik terpaksa harus dikorksi secara manual.

“Memang belum bisa memeriksa untuk gambar, masih sebatas teks,” terangnya.

Instruktur pelatihan, Sastriati menjelaskan aplikasi ini untuk mengoreksi riset mahasiswa dengan perbandingan berbagai data di Dunia. Setidaknya 120 negara telah memakai aplikasi ini. Sedangkan di Indonesia ada 40 perguruan tinggi dan 20 sekolah internasional.

“Kalau di Surabaya ada 4 perguruan tinggi yang memakai aplikasi ini,” jelasya. (ito/ted)

 

Sumber : http://beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/258435/cegah_plagiat_skripsi,_dosen_stikom_pelajari_software_turnitin.html#.VrLSgk8xFh9