Dicari, 1.000 Startup Digital untuk Solusi Wirausaha Minim Modal

by admin

Sesi mentoring Gerakan 1000 Startup Digital di Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Minggu (20/11/2016).

Sesi mentoring Gerakan 1000 Startup Digital di Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Minggu (20/11/2016).

SURYA.co.id | SURABAYA – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama KIBAR resmi meluncurkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

KIBAR merupakan satu-satunya perusahaan konsultan IT yg tergabung dalam Google Developer Groups (GDG) di Indonesia.

Untuk gerakan 1.000 startup digital ini, dilakukan mentoring dan pembinaan intensif melalui tahapan-tahapan sistematis di 10 kota pertama yang memiliki infrastruktur serta fondasi digital yang kuat.

Di Surabaya, dari 200 Startup yang terpilih, 11 tim Startup melewati tahap penyisihan dan mengikuti mentoring dengan berbagai ahli.

Tim Startup Guru Gizi salah satunya, tim yang dipertemukan dalam networking session dari gerakan 1000 Startup Digital pada bulan September.

Diinisiasi Nadia Farhani, alumnus S2 Gizi di University of Leeds Inggris, tim ini menggagas aplikasi online yang menghubungkan konsultan gizi dengan masyarakat yang memiliki masalah gizi, khususnya obesitas.

“Saya memang konsen pada gizi dan ingin jadi wirausaha. Tapi nggak ada modal, kalau buat produk trial errornya butuh dana banyak juga. Start up salah satu solusi saya, makanya sejak lulus saya konsen disini,” ungkapnya di sela sesi konsultasi bisnis Gerakan 1000 Startup Kota Surabaya yang diadakan di Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Minggu (20/11/2016).

Dari segi materi gizi dan pengumpul suplier konsultan gizi, Nadia menyasar lulusan baru ilmu gizi di berbagai universitas yang memiliki surat izin dari dinas kesehatan sebagai konsultan.

Ia juga dibantu timnya, Talita Asmaria, dosen techno biomedic, Universitas Airlangga, Alvin alumnus ITS dan ceo web developer serta Daniel Sugiart mahasiswa Teknik Informatika iSTTS.

“Startup ini slolusi buat usaha yang bukan nyari uang saja, tetapi mecahin masalah juga. Kami masih mempelajari bisnisnya bagaimana biar konsumen bisa tertarik konsuktasi berbayar seperti sejumlah start up kompetitor,” ungkapnya.

Guntur Sarwohadi, staff Kibar menjelaskan dalam gerakan 1000 startup di Surabaya ini terdapat 11 tim yang harus presentasi tetapi dibatasi 3 menit.

Semua deskripsi Startup miliknya harus digambarkan dalam 3 menit, misalkan marketnya seperti apa dan jalannya sistemnya.

Targetnya, Startup yang dihasilkan benar-benar jalan dan bisa berguna di Surabaya.

Mengingat fokus start up di Surabaya berbeda dari Jakarta, lebih pada membantu Usaha Kecil Menengah dan membantu lapangan pekerjaan untuk orang lain.

“Tiga peserta terbaik akan di bawa untuk dilatih seama 3 bulan untuk berbagai konsultasi. Kami sudah berharap bisa dicobain konsumen produknya meskipun belum diluncurkan sekalian kami kenalkan dengan investor,”lanjutnya.

*Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2016/11/20/dicari-1000-startup-digital-untuk-solusi-wirausaha-minim-modal

Edisi 20 November 2016