Doktor Batik Beri Pelatihan Istri Pejabat

by admin

Senin, 22 April 2013 21:34 WIB
SURYA Online, SURABAYA – Melestarikan batik tak cukup hanya dengan memakainya setiap hari. Lebih dari itu harus tahu proses pembuatannya.
Hal itu disampaikan Karsam, doktor Batik pertama di Indonesia dalam workshop membatik yang digelar STIKOM, Surabaya, Selasa (22/4/2013).
Menurut dia, kelestarian dan esensi batik sebagai warisan budaya hanya bisa dijaga dengan baik ketika masyarakat mampu mengembangkan batik menjadi corak yang beragam.Sebagai sebuah mahakarya atau masterpiece, batik harus dipandang dan dilihat secara utuh sebagai  simbol kecintaan, kasih sayang, budaya, kekuatan sosial masyarakat, kekuatan ekonomi kerakyatan dan kekuatan seni yang luar biasa karena batik adalah kekuatan inovasi dan kreativitas yang melambangkan kekuatan budaya.“Batik harus dipandang sebagai sebuah proses yang berkelanjutan demi menjaga kelestariannya. Oleh karena itu, kita tidak hanya memakai, tetapi juga mengetahui prosesnya, maka pelestarian batik tidak akan mengalami putus mata rantai dan akan tetap langgeng,” paparnya.Dia berharap di setiap daerah memiliki corak batik sendiri-sendiri. “Jika ini berhasil, maka corak batik di Indonesia akan semakin bervariasi,” kata penemu corak khas batik Jombang.

Di acara yang digelar untuk memperingati Hari Kartini sekaligus dalam rangka Lustrum ke-6 STIKOM Surabaya, Karsam juga memberi pelatihan kepada siswa dan istri pejabat kecamatan se-Surabaya.

Bernada, siswa kelas XI SMA Wachid Hasyim Surabaya mengaku senang dengan pelatihan ini. “Saya sangat senang, apalagi pada Hari Kartini menambah semangat untuk belajar,” katanya.

 

Penulis : Musahadah
Editor : Parmin
Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/m/index.php/2013/04/22/doktor-batik-beri-pelatihan-istri-pejabat