Dosen dan Mahasiswa di Surabaya Ciptakan ITCoPS, Seperti Ini Fungsinya

by admin

KARTU ITCoPS STIKOM - Kartu berbasis Tekhnologi Radio Frequency Identification (RFID) ini dibagikan pada dosen, mahasiswa dan semua jajaran karyawan dengan akses yang berbeda dengan fungsi kartu parkir, absensi, akses ruang perkualiahan, perpus dan beberapa ruangan lain yang terkoneksi, terekam dan tersimpan pada server utama.

KARTU ITCoPS STIKOM – Kartu berbasis Tekhnologi Radio Frequency Identification (RFID) ini dibagikan pada dosen, mahasiswa dan semua jajaran karyawan dengan akses yang berbeda dengan fungsi kartu parkir, absensi, akses ruang perkualiahan, perpus dan beberapa ruangan lain yang terkoneksi, terekam dan tersimpan pada server utama.

SURYA.co.id | SURABAYA – Dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam Solusi Sistem Informasi (SSI) Institut Bisnis dan Informatika STIKOM Surabaya menciptakan Identification-Trust-Control-Privilege-Security (ITCoPS).

ITCoPS merupakan sistem identifikasi, kontrol, dan keamanan valid.

Kampus Institut Bisnis dan Informatika STIKOM ini merupakan satu-satunya kampus di Surabaya yang memanfaatkan alat hasil pengembangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Selama ini ITCoPS biasa diterapkan di daerah basis pertahanan. Untuk mengabsen jumlah personil, dan memanajemen keluar masuknya senjata, amunisi, dan lainnya.

Untuk skala kampus, ITCoPS diterapkan untuk banyak hal, mulai dari parkir information system (Paris), yakni sistem parkir terpadu yang menggabungkan kemudahan, kehandalan dan keamanan berbasis RFID.

“Alat ini juga dijadikansebagai vending machine untuk melakukan deposit dan transaksi pembelian,” tegas Rektor Kampus Institut Bisnis dan Informatika Stikom, Prof Budi Djatmiko, 27 Januari 2016.

Alat ini mendukung Sistem Informasi Mahasiswa (Student Integrated Information System/SIIS) yang terintegrasi untuk memantau aktifitas akademik mahasiswa berbasis RFID.

Sebagai piranti Gate Perpustakaan untuk data kunjungan serta peminjaman buku. Seperti juga pada manajemen akses pada pintu dan ruangan kantor atau kelas berbasis RFID, dan presensi online bagi mahasiswa, dosen dan kegiatan lain berbasis RFID juga semakin lebih efisien dengan ITcoPS.

“Semua itu terintegrasi dalam satu server. Sebelumnya sistem yang ada parsial, sendiri-sendiri. Ke depan pemanfaatan ITCoPS akan terus dikembangkan. Bisa untuk sistem pembayaran kuliah dan lainnya ,” terangnya.

Rencana pengembangan lain, sebagai pengendali lampu, komputer, penyejuk udara di ruang kuliah. Sistemnya tidak beda dengan saat pertama masuk kamar hotel, gantungan kunci dicolokkan ke tombol dekat pintu untuk memfungsikan AC, lampu dan perangkat lain. Singkatnya, perangkat ini menggunakan sistem kelistrikan.

Untuk sistem perkuliahan, ITCoPS menjamin dosen dan mahasiswa sama-sama mengedepankan kewajibannya bersamaan sistem absensi. Melihat grafik nilai per semester bisa dilakukan mahasiswa hanya dengan menempelkan id card dengan chips RFID yang dipegang.

ID card bagi tiap mahasiswa memiliki masa berlaku. Jika habis, bisa diperpanjang masa berlakunya.

“ID card mahasiswa ini menjadi satu dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM),” ujar pria yang masuk 50 tokoh alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berpengaruh sebagaimana buku terbitan Unesa.

Keberadaan mahasiswa dengan KTM ITCoPS ini bisa diketahui posisinya selama dalam areal kampus. Mahasiswa layaknya dilengkapi alat global positioning system (GPS).

Perangkan ITCoPS tidak memerlukan biaya mahal. Untuk pengadaan raider sebagai software pembaca kartu hasil rakitan sendiri, kartu dengan chips RFID yang bisa dibeli di luaran seharga Rp 5.000-Rp 6.000 per lembar, server, dan kabel line lainnya.

“Untuk pembelian kartu berchips RFID ini bisa dibeli di luaran. Cuma pembeliannya minimal 5000 lembar kartu. Kalau untuk biaya total semua perangkat, Rp 100 juta cukup,” tambah Vivine Nurcahyawati, Kepala Program Studi Sistem Informasi Institut Bisnis dan Informatika Stikom.

Programer ITCoPS Julianto menambahkan, mata kuliah maupun jadwal kuliah bisa dipantau mahasiswa dari KTM. Cuma sebelumnya mahasiswa memasukan data sebagaimana yang tertera di Kartu Rencana Studi (KRS).

Project Manager ITCoPS Tan Amelia menyebut, pihaknya tidak menutup diri jika ada pihak luar yang berminat menggunakan perangkat ini. “ITCoPS ini alat identifikasi yang unik, memiliki tingkat integrasi yang tinggi. Bisa menjadi alat keamanan sistem informasi,” Tan Amelia membeberkan.

Semula ITCoPS akan menggunakan retina mata dan sidik jarik untuk identifikasi pemegang KTM ber-RFID. Lantaran sering tidak terdeteksi, deteksi sulit akhirnya digunakan RFID.

“Untuk reader bisa didapat di pasaran. Hanya sering tidak ada dan tidak valid. Untuk reader pendukung ITCoPS ini, kami mengembangkan sendiri dan membuatnya secara custom. KTM yang ada dibuat tapping (ditempelkan) pada tempat-tempat yang disediakan,” tambah Tan.

KARTU ITCoPS STIKOM – Rektor Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya Budi Jatmiko (berkumis) menunjukkan pemanfaatan Identification Trust Control Privilege Security (ITCoPS) di Kampus Atikom Surabaya, Rabu (27/1/2016). Kartu berbasis Tekhnologi Radio Frequency Identification (RFID) ini dibagikan pada Dosen, Mahasiswa dan semua jajaran karyawan dengan akses yang berbeda dengan fungsi kartu parkir, absensi, akses ruang perkualiahan, perpus dan beberapa ruangan lain yang terkoneksi, terekam dan tersimpan pada server utama.

sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2016/01/27/dosen-dan-mahasiswa-di-surabaya-ciptakan-itcops-seperti-ini-fungsinya