Ersyva Nadia Putri, Mahasiswa Berprestasi Stikom Surabaya, Rahasia Suksesnya Sering Ikut Kompetisi

by admin

SURYA.co.id | SURABAYA – Menjadi juara kelas tidak sulit seperti kebanyakan orang bayangkan. Ersyva Nadia Putri (22) membuktikannya.

Perempuan kelahiran Sidoarjo 16 Agustus 1997 bahkan tidak menyangka dia bisa jadi juara di kampus bahkan mendapat beasiswa. Menurutnya semua itu adalah bonus.

Perempuan pemilik wajah imut ini mengaku tak menyangka bisa mengoleksi berbagai piagam penghargaan, karena sebelumnya tidak pernah memiliki sejarah unggul di bidang akademis.

“Kalau juara non akademis mulai SD, tapi yang akademis baru dapat juara waktu kuliah,” aku mahasiswa S1 Akutansi, Stikom Surabaya ini tertawa, Senin (7/5/2018).

Tak menyangka, tapi lama-lama Ersyva paham apa yang mengantarkannya mampu berprestasi sejak semester 2 hingga saat ini, semester 6.

“Awalnya aku iseng ikut lomba modelling karena sejak kelas 4 SD aku suka modelling. Terus waktu kuliah awal-awal ikut lomba belum jadi juara, tapi sering berpartisipasi, alhamdulillah akhirnya diberi kesempatan utk jadi juara,” katanya bercerita soal prestasi non akademik.

Berawal dari iseng, putri pasangan Bambang Agus Pramono (50) dan Purwati Ningsih (47) ini pun berangsung mendapatkan hasil usaha kerasnya.

“Karena aku aktif berpartisipasi berbagai macam kegiatan, akhirnya di semester 2 sampai semester 6 saya menerima beasiswa prestasi akademik dan non akademik,” katanya percaya diri.

Deretan prestasi yang dia torehkan di antaranya meraih juara 2 tingkat internal mahasiswa berprestasi tahun 2017 dan tahun 2018, juara 2 lomba accounting games 2017 tingkat nasional di Universitas Kristen Satya Wacana.

Dan juara 3 lomba accounting games 2018 kategori Perancangan Sistem, tingkat nasional yang diadakan Universitas Kristen Satya Wacana.

Ersyva mengaku tidak ada yang sulit, selama fokus. Dia membeberkan tips supaya bisa berhasil dalam mata pelajaran.

“Fokus, jadi kalau misal saat dikelas saya usahakan bisa menerima materi yang disampaikan dan sebisa mungkin gak ada pertanyaan. Soalnya setelah kelas; saya harus ikut kegiatan UKM dan Hima. Dengan begitu memudahkan saat UTS dan UAS, tinggal review sebentar,” katanya memberikan tips.

Dengan begitu Ersyva mengaku tak perlu lagi belajar saat sudah tiba di rumah.

“Jarang sekali saya belajar malam, saya pulang pergi Sidoarjo-Surabaya, sampai rumah biasanya sudah malam dan langsung istirahat,” tambahnya lalu senyum.

Perempuan berkerudung ini menitipkan pesan kepada teman-teman, adik kelas, dan semua orang yang ingin berhasil.

Bahwa jangan pernah takut untuk mencoba dan mencari pengalaman baru.

“Yang perlu diingat, pengalaman jauh lebih berharga dari juara yang didapat, karena menurut saya juara itu bonusnya,” katanya meyakinkan.

Selain tertantang hal baru, setiap orang harus terbiasa berkompetisi. Ersyva mengaku keberhasilannya juga dibangun dari seringnya dia mengikuti kompetisi.

“Kita mengikuti suatu kompetisi (apa saja) maka secara tidak langsung kita banyak belajar dan berusaha dengan maksimal. Untuk hasil, percayalah pasti tidak pernah menghianati proses yg telah dilakukan. Yang terpenting adalah mendapatkan pengalaman baru, yang belum tentu semua orang bisa dapat, kalah menangnya suatu kompetisi sangat wajar,” katanya mencoba berbagi pengalaman.

Anak pertama dari 2 bersaudara ini mengaku jika selama ini menganggap kekalahan bukan berarti tidak mampu. Melainkan suatu kesempatan untuk evaluasi dan belajar lagi.

“Bahwa kita harus lebih bisa membagi waktu, lebih giat lagi belajar, dan tentunya lebih semangat lagi untuk meraih kemenangan di kompetisi-kompetisi selanjutnya. Semangat untuk seluruh mahasiswa, terus berkarya dan buktikan bahwa kita semua bisa berprestasi agar bermanfaat usai lulus nanti,” katanya sambil mengepalkan ke dua tangan di pangkuannya.

*Sumber : Cetak | Harian Surya | Tunjungan Life | Edisi Selasa, 8 Mei 2018 | Hlm 9

http://surabaya.tribunnews.com/2018/05/07/ersyva-nadia-putri-mahasiswa-berprestasi-stikom-surabaya-rahasia-suksesnya-sering-ikut-kompetisi