Guru Biologi dan Geografi di Surabaya Mulai Pakai Mobile Learning, Seperti Ini Penerapannya

by admin

Tim riset Mo Learn menunjukkan pembelajaran berbasis teknologi, ‘Mo Learn’ yang bisa diakses melalui komputer dan smartphone, Sabtu (22/7/2017). Foto: Sulvi /Surya

SURYA.co.id |SURABAYA – “Mobile Learning (MoLearn)”, aplikasi berbasis website dan mobile apps (android) akan mulai digunakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi dan Geografi di Surabaya tahun ini.

Aplikasi ini memberikan akses guru untuk mempublikasikan materi yang tersinkron dengan kompetensi yang ditentukan MGMP.

Selain itu, mulai dari tugas, penilaian hingga ujian bisa dilakukan melalui aplikasi ini.

Penggunaan sistem ini dianggap memudahkan guru dalam sistem administrasi dan evaluasi pembelajaran.

Sebab, materi, tugas hingga evaluasi dan nilai sudah diatur sistem.

Guru bersama MGMP hanya tinggal megupdate konten di dalam website sehingga tidak materi siswa tidak tertinggal.

Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Jatim, Eka Ananda mengungkapkan system pengajaran menggunakan aplikasi ini baru akan dimulai di Surabaya. Khususnya untuk MGMP Biologi dan Geografi.

Sebab, selama 1,5 tahun MGMP pelajaran tersebut sudah berkonsultasi dengan dosen-dosen Stikom Surabaya yang merancang MoLearn.

“Kami mulai 2 MGMP dulu, selama 1 semester. Kemudian akan kami evaluasi dan kami kembangkan lagi isi kontennya. Karena sebagus apapun sistem dan aplikasinya tetap akan kalah jika kontennya tidak dipelihara,” jelasnya usai peluncuran MoLearn di kampus STikom Surabaya, Sabtu (22/7/2017).

Esensi penerapan pembelajaran memakai teknologi seperti ini untuk mempermudah dan mempercepat capaian mutu guru dan siswa.

Di SMA, lanjutnya, ada 21 pelajaran sehingga membutuhkan penyesuaian guru dan siswa secara bertahap mulai dari 2 pelajaran.

Apalagi generasi guru dan siswa cukup jauh rentangnya dalam pemahaman teknologi.

“Kami lihat dari sisi kebermanfaatannya bisa dirasakan guru dan siswa. Sistem pembelajaran yang berbasis teknologi seperti ini juga bisa diajukan untuk menjadi percontohan nasional,” lanjutnya.

Ketua MGMP Biologi Kota Surabaya, Budi Santoso menambahkan pembelajaran saat ini membutuhkan teknik pembelajaran baru, apalagi gadget menjadi barang yang sangat wajib dibawa siswa saat ini.

“Tidak hanya siswa, guru juga bisa mengoreksi dan memberi nilai siswa hanya melalui handphone,” ungkap guru BIologi SMAN 21 ini.

Dalam prakteknya, terdapat 3 pengguna aplikasi ini. Yaitu admin sekaligus pengurus MGMP, guru dan siswa.

Dikatakannya, setiap pelajaran memiliki pengurus MGMP yang akan memasukkan kompetensi pelajaran sebagai acuan dan standar pembelajaran.

Sedangkan guru bisa membuat materi berdasarkan standar tersebut dan bisa diakses seluruh siswa yang diajarnya.

“Siswa bisa belajar materi dari MGMP atau dari guru kelasnya. Bisa berupa pdf ataupun video yang kami hubungkan dengan YouTube,” tegasnya.

Hasil evaluasi system ini juga akan memilah penilaian pilihan ganda ataupun esai dan bisa langsung diekspor untuk pemakaian rapor online.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2017/07/22/guru-biologi-dan-geografi-di-surabaya-mulai-pakai-mobile-learning-seperti-ini-penerapannya?page=all

Sabtu, 22 Juli 2017