Inovasi Penolong Petani Stroberi

by admin

Mahasiswa Stikom Surabaya Nanang Widianto merancang alat penyeleksi buah stroberi otomatis. Dengan sensor load cell, stroberi bisa terseleksi berdasarkan beratnya. Harga jual pun terdongkrak.

Nanang memperagakan kemampuan alat selector  stroberi ciptaannya di kampus. Satu persatu stroberi dimasukkan  ke conveyor system mekanik yang dapat memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Kemudian, stroberi akan jatuh di atas load cell (komponen utama pada sistem timbangan digital). Di situ bakal diketahui berat setiap stroberi. Pemilahan dilakukan dengan motor servo.

“Nanti terpisah sendiri sesuai dengan berat,” katanya. Ada tiga kategori berat. Yakni, ukuran kecil (2-8 gram), ukuran sedang (8-16 gram), dan besar (lebih dari 16 gram).

Nanang menjelaskan, ide menciptakan alat tersebut muncul dari kampung halamannya di Tawangmangu, Jawa Tengah. Banyak petani stroberi yang sulit menyeleksi buah hasil panen. Mereka pakai cara manual. Saking sulitnya, sampai jarang petani yang mau memilah. “Mau kecil, sedang, atau besar, mereka jual campur.” Ungkapnya.

Apa akibatnya? Nilai jual stroberi lebih murah. Padahal, kalau diseleksi berdasar berat, stroberi bisa dijual di supermarket. Harganya pasti tinggi. “Jadi, bisa menambah nilai jual,” ujar mahasiswa sistem komputer  tersebut. Inovasinya memang ditujukan kepada para petani. (ayu/c14/roz)

*Sumber : Jawa Pos | Metropolis | East Beach | Edisi Rabu, 12 September 2018 | Hal. 25