Jaka Tarub Perangi Bidadari

by admin

COBA-COBA: Reza Maulana Athala (kiri) menjajal game buatan Elia Pramana Putra di Royal Plaza.

COBA-COBA: Reza Maulana Athala (kiri) menjajal game buatan Elia Pramana Putra di Royal Plaza.

Game Buatan Mahasiswa Stikom

SURABAYA – Percaya atau tidak, anak-anak zaman sekarang mulai tidak mengenal cerita rakyat asli Nusantara. Nernagai faktor memengaruhi hal itu. Mulai buku bacaan terkait cerita rakyat semakin berkurang, budaya membaca yang masih rendah, hingga kesibukan orang tua. Akibatnya, cerita-cerita yang kaya makna dan pesan moral itu semakin ditinggal.

Karena itulah, mahasiswa D-4 Komputer Multimedia Stikom Surabaya Elia Pramana Putra berusaha untuk sedikit memperbaiki situasi. Mahasiswa semester tujuh yang akrab disapa Pram itu membuat sarana pengenalan cerita rakyat dengan sedikit berbeda. Yakni, melalui game aplikasi.

Tema yang diangkat adalah Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari. Game yang dinamai Selendang itu berbasis Android. Pram mendapatkan inspirasi dari permainan Plant vs Zombie. “Cara mainnya mirip, bedanya di Selendang ini interaksi pemain lebih banyak,” terangnya, Sabtu (28/1).

Dalam game buatan Pram, Jaka Tarub harus melindungi selendang curiannya dari para bidadari. Jaka Tarub juga dibantu empat pasukan. Yakni, dukun, empu jamu, pemanah, dan pendekar pedang. Para prajurit bisa ditempatkan dalam field yang tersedia. Sementara itu, Jaka Tarub juga bisa membantu melawan bidadari dengan jurus-jurus tertentu. “Jadi di sini bidadari yang dirugikan malah jadi antagonis,” ungkapnya.

Dalam game buatan Pram, ceritanya, Nawang Wulan marah karena dibohongi Jaka Tarub. Dia pun memanggil teman-temannya sesama bidadari untuk menolongnya merebut kembali selendang yang dicuri Jaka Tarub. “Ini sekaligus pesan moral kalau berbohong itu dampaknya buruk,” ujarnya.

Permainan yang dibuat untuk memenuhi proyek game database itu diselesaikan Pram dalam waktu enam bulan. Dari game 15 level itu, dia juga sudah memenangkan dua kompetisi. Yakni, juara 1 lomba multimedia and game event (mage) di ITS 2016 serta juara 2 Trunojoyo Programming Contest 2016.

Pram berharap permainan buatannya bisa memberikan edukasi bagi anak-anak zaman sekarang. Tidak semua anak suka membaca buku. Karena itu, media lain disajikan agar mereka tetap mengenal cerita rakyat. “Saya ingin budaya Indonesia bisa dikenalkan secara lebih inovatif,” imbuhnya.

Pram berharap permainan buatannya bisa masuk aplikasi play store supaya budaya Indonesia bisa semakin terangkat bersamanya. Apalagi, saat ini pemerintah juga sedang menaruh perhatian pada game edukatif. “Perhatian pemerinta ini harus kita manfaatkan,” ujarnya.

Game buatan Pram merupakan satu di antara sembilan karya mahasiswa Stikom yang dipamerkan di Mustafa Center 2 lantai UG Royal Plaza 27 – 29 Januari. Beberapa pengunjung tampak penasaran dengan game tersebut. Anak-anak juga menjajal game yang ditampilkan melalui layar besar itu.

Salah seorang pengunjungnya adalah Reza Maulana Athala. Bocah kelas IV SD itu langsung bisa memainkan game Selendang“Nggak susah dimainkan, asyik juga ada perang-perangannya,” ungkapnya. (ant/c17/jan)

 

Sumber:

cetak: Jawa Pos | Senin, 30 Januari 2017 | Pendidikan | Hal. 23

online: http://www.jawapos.com/read/2017/01/30/105947/game-buatan-mahasiswa-stikom-jaka-tarub-perangi-bidadari