Jangan Jadi Problem Tambahan

by admin

Food truck yang menjamur di Surabaya tidak bisa dianggap remeh. Bisnis tersebut dilihat merangsang enterpreneur menjadi lebih kreatif. Dosen entrepreneur and marketing Stikom Surabaya Sri Hariani Eko Wulandari menyebut fenomena tersebut unik karena usaha kuliner itu dapat diolah lebih menarik.

Sejak dulu, banyak orang yang menjual degangannya dengan mobil pikap. Mereka berjualan di pinggir jalan saat car free day. Nah, prasarana food truck harus mulai diperhatikan . “PKL menjadi poblem di Surabaya dan belum selesai. Kalau food truck semakin banyak dan diatur, takutnya nanti jadi pedagang kaki lima,” ujar perempuan yang kerap disapa Yani itu.

Dia memaparkan sejumlah kelebihan food truck. Menurut dia, food truck dapat menjembatan pencinta kuliner dengan wisata Surabaya. Mobil-mobil tersebut bisa menjadi daya pikat di tempat rekreasi. Selain itu, food truck membuat konsumennya semakin menjadi raja. Pembeli harus dipuaskan dengan hal-hal baru dan menarik agar mau membeli produk.

“Konsumen pun merasakan sensasi yang berbeda. Selain jenis kulinernnya unik, penyajiannya kadang nyleneh. Semakin berbeda, makin menarik perhatian,” ungkapnya.

Bisnis food truck sangat menjanjikan di Surabaya. Masyarakat menganggapnya keren karena Surabaya sudah seperti Jakarta dan Bandung yang food truck-nya lebih dulu populer. “Di Surabaya banyak pengusaha yang startup. Perbankan pun menyongkong. Ini momen food truck dapat beerkembang pesat,” ucapnya. (cik/c20/na)

Sumber: Jawa Pos Edisi Sabtu, 25 Juli 2015.