Juke Mahasiswi Tunarungu Ini Bikin Buku Khusus untuk Anak-anak yang Senasib Dengannya

by admin

BUKU BAHASA ISYARAT - Juke Andiya Fidiyanti, mahasiswi tunarungu di Stikom Surabaya dan buku karyanya untuk anak-anak tunarungu

BUKU BAHASA ISYARAT – Juke Andiya Fidiyanti, mahasiswi tunarungu di Stikom Surabaya dan buku karyanya untuk anak-anak tunarungu

TIDAK berfungsinya indera pendengaran sebagian atau seluruhnya mengurangi kemampuan berkomunikasi secara verbal. Hal inilah yang dialami anak-anak tunarungu. Mereka tak dapat berkomunikasi laiknya manusia pada umumnya.

Kendala ini mengakibatkan permasalahan yang bersifat kejiwaan dalam menggunakan kata-kata, menuangkan pikiran, serta hal-hal yang sulit diuraikan dalam bahasa.

Sayang, tak banyak buku referensi yang memudahkan anak-anak tunarungu bisa meminimalisir kekurangan mereka saat berkomunikasi dengan orang lain.

Buku bahasa isyarat khusus anak-anak tunarungu tidak banyak dijual di pasaran, khususnya berbasis ilustrasi atau gambar. Padahal buku ini menjadi referensi penting bagi para penyandang tunarungu.

Kegelisahan inilah mengilhami tugas akhir Juke Andiya Fidiyanti, mahasiswi tunarungu program studi Desain Komunikasi Visual Stikom Surabaya. Dia membuat buku kreatif berbahasa isyarat khusus mengenalkan profesi atau pekerjaan berbasis ilustrasi manual.

Teknik ini kemudian dikelola secara komputerisasi. Dalam materi bukunya, gadis berhijab ini memadukan gambar profesi dengan gambar isyarat sehingga memudahkan penyandang tunarungu, khususnya pemula.

Menurutnya, anak-anak tunarungu kesulitan menyebutkan profesi-profesi seperti pilot, polisi, dokter, dan lain sebagainya. Selama ini sekolah tunarungu menyampaikan dengan cara menulis atau mengomunikasikan di depan kelas untuk menyebut nama profesi, nama buah, nama hewan, dan lain sebagainya.

Cara seperti ini membuat anak-anak tunarungu pemula lebih lama mencerna sehingga sulit memahami.
“Dengan buku ini, penyandang tunarungu bisa memahami jenis-jenis profesi dengan mudah,” terang Juke sembari menggerakkan kedua tanggannya mengikuti setiap kata yang diucapkannya.

“Mereka akan paham dengan hanya melihat gambar jenis profesi dan gambar isyarat tangan yang ada di setiap halaman,” tegas Juke setelah mempresentasikan tugas akhirnya di depan tiga dosen penguji.

Tugas akhir yang diganjar dengan nilai A ini diharapkan menjadi buku yang menyenangkan, khususnya bagi anak-anak TK tunarungu. Karena dengan menggabungkan tulisan dan gambar, buku ini akan menarik perhatian anak sehingga memudahkan mereka untuk memahami.

“Kelebihan buku ilustrasi adalah adanya lukisan yang mendukung daya khayal buku cerita,” komentar Sigit Prayitno Yosep, dosen pemimbing Juke.

Menurutnya, isi buku ilustrasi adalah menggabungkan teks dan gambar sehingga terlihat hidup.
“Dan, Juke berhasil menuangkan itu ke dalam buku karyanya ini,” pungkas Sigit yang juga penguji Juke.

*Sumber (Online): http://surabaya.tribunnews.com/2016/08/22/juke-mahasiswi-tunarungu-ini-bikin-buku-khusus-untuk-anak-anak-yang-senasib-dengannya

*Sumber (Cetak): Surya | Edisi 23 Agustus 2016 | Citizen Reporter Hal. 9