Karya Akhir tanpa Editing

by admin

BERADU MATA: Dwi Aprilliany mengamati dari dekat karya foto mahasiswa Stikom yang dipamerkan di Royal Plaza sejak kemarin (25/6)

BERADU MATA: Dwi Aprilliany mengamati dari dekat karya foto mahasiswa Stikom yang dipamerkan di Royal Plaza sejak kemarin (25/6)

SURABAYA-Setiap orang pasti pernah mengalami kebuntuan ketika merasa jenuh. Pada masa tersebut biasanya seseorang malas untuk beraktivitas karena seperti kehilangan inspirasi. Kondisi yang di- sebut sebagai masa quarter life of crisis itu diaplikasikan oleh Hogi Er Pranata dalam sebuah karya foto berjudul Have No Idea. Dia menggambarkan suasana jenuh dalam bentuk lampu neon berwarna putih kebiruan yang retak.

Bersama 149 karya foto hasil jepretan mahasiswa Jurusan Desain Komuni- kasi Visual (DKV) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (Stikom), foto artistik Hogi itu dipamerkan di Atrium Royal Plaza, kemarin (25/6). Sekumpulan foto-foto yang dipajang merupakan tugas akhir para mahasiswa semester empat Jurusan DKV Stikom dalam mata kuliah desain fotografi.

Koordinator acara, Kiki Zu mengungkapkan, dalam pameran kali ini ada lima tema utama yang wajib dipotret oleh para mahasiswa meliputi still a live, food, advertising, toys dan model. Semua mahasiswa bebas mengekspresikan karyanya sekreatif mungkin untuk menarik minat pengunjung. “Tapi yang perlu diingat foto tidak boleh melewati proses editing. Mereka hanya boleh melakukan koreksi warna saja seperti brightness dan saturation,” jelas pemilik studio foto tersebut.

Di antara kelima tema yang diberikan oleh dosen pembina mata kuliah, proses pembuatan foto maka- nan lah yang memiliki ting- kat kesulitan yang tinggi. Sebab, segala sesuatunya harus diatur supaya menarik selera audience. “Komposisi, penataan, feel dan tingkat pencahayaannya harus seimbang. Sejauh ini, sudah banyak food photographer yang ternama dari Indonesia seperti Jerry Aurum misalnya,” ujar Kiki. (fik/nis/het)

Sumber: Radar Surabaya Cetak Edisi | RABU, 26 JUNI 2013