Mahasiswa Ciptakan Alat Penerjemah Bahasa Isyarat

by admin

pojokpitu

Surabaya pojokpitu.com, Mahasiswa salah satu sekolah tinggi di Surabaya mengembangkan alat penerjemah abjad bahasa isyarat bagi penderita tunarungu dan tunawicara.

Alat ini didesain berupa sarung tangan, yang dilengkapi sensor, sehingga apabila tangan digerakkan sesuai abjad, gerakan tangan akan terbaca dan muncul di layar monitor.

Peduli dengan penyandang difabel, seperti tunarungu dan tunawicara, Edo Aliffandhiarto, mahasiswa jurusan sistem komputer, STIKOM Surabaya, terinspirasi  membuat prototype rancang bangun penerjemah abjad bahasa isyarat Ap.

Alat ini dibuat untuk mempermudah komunikasi mereka yang menggunakan bahasa isyarat yang tidak dipahami semua orang.
Prototype ini berupa sarung tangan, yang dilengkapi dengan sensor. apabila tangan digerakkan sesuai abjad bahasa isyarat resmi yang dikeluarkan Kementerian Sosial, sehingga gerakan tangan ini akan terbaca, dan  abjad yang dimaksud akan muncul di layar.
“Karena masih dalam tahap pengembangan, saat ini huruf abjad yang dikeluarkan masih terbatas, yakni huruf  vokal a, i, u, e, o, dan tiga huruf konsonan b, f, dan w,” tutur Edo Aliffandhiarto, pencipta alat penerjemah bahasa isyarat.
Untuk menyusun program agar bisa membaca delapan huruf itu, dibutuhkan waktu setahun. Selain itu, Edo  harus melakukan riset terlebih dahulu, mengenai besar kecilnya tangan. Sementara untuk menghasilkan satu huruf, Edo mengumpulkan data dari 10 orang sample dengan ukuran tangan yang berbeda.
Ke depan, alat ini akan dikembangkan dengan menyederhanakan fisik rancang bangunnya, serta mengumpulkan lebih banyak data, sehingga dapat mengakomodasi lebih banyak ukuran tangan, serta akan dilengkapi dengan jumlah abjad dan angka.(end)
*Sumber: http://www.pojokpitu.com/baca.php?idurut=35883&&top=1&&ktg=Jatim&&keyrbk=.Teknologi&&keyjdl= | Edisi 4 November 2016