Mahasiswa STIKOM Ciptakan Alat Kontrol Penggunaan Listrik, Ini Manfaatnya

by admin

 

PENGONTROL LISTRIK - Fransiscus, mahasiswa jurusan Sistem Komputer STIKOM Surabaya, menunjukkan alat pengontrol penggunaan listrik berbasis mikrokontroler arduino uno di ruang PLC kampus STIKOM, Jumat (8/4/2016).

PENGONTROL LISTRIK – Fransiscus, mahasiswa jurusan Sistem Komputer STIKOM Surabaya, menunjukkan alat pengontrol penggunaan listrik berbasis mikrokontroler arduino uno di ruang PLC kampus STIKOM, Jumat (8/4/2016).

SURYA.co.id | SURABAYA – Fransiscus, mahasiswa jurusan Sistem Komputer STIKOM Surabaya, menciptakan alat pengontrol penggunaan listrik.
Latar belakangnya, selama di rumah kos, penggunaan listriknya diabatasi.

“Jadi di kos-kosan istilahnya dijatah, harus membatasi penggunaan sementara kadang sulit mengontrol penggunaan listrik,” cerita Fransiscus kepada SURYA.co.id, 8 April 2016.

Mahasiswa asal Makassar ini mengatur alat itu supaya mampu mengontrol dan membatasi penggunaan listrik secara optimal sesuai kebutuhan dan mampu memonitoring pemakaian daya listrik pada rumah sewa atau kos-kosan yang berbasis mikrokontroler arduino uno.

“Alat ini mampu membatasi arus listrik hingga 5 ampere. Jadi jika terjadi kelebihan pemakaian setelah pengaturan ampere yang diinginkan, alarm akan menyala menandakan kelebihan tersebut atau bisa juga listrik otomatis akan padam,” jelasnya.

Ketika sudah dikurangi, lanjut Fransiscus, selama 10 detik sistem akan menghitung beban arus. Saat beban sudah turun maka arus akan berjalan normal lagi.

Penggunaan listrik juga bisa dimonitor langsung lewat komputer melalui sambungan bluetooth antara alat dengan komputer.

“Alat juga bisa menghitung biaya yang keluar tiap menggunakan listrik. Bisa juga memunculkan kelebihan tarif,” katanya.

Selanjutnya, alat yang ia buat selama 3 bulan itu akan dikembangkan dengan akses via smartphone.

“Biaya yang dikeluarkan relatif murah, hanya berkisar Rp 500 ribu, juga tidak memakan waktu lama dibandingkan pemasangan meteran listrik,” imbuhnya.

“Alat juga bisa menghitung biaya yang keluar tiap menggunakan listrik. Bisa juga memunculkan kelebihan tarif,” katanya.

Selanjutnya, alat yang ia buat selama 3 bulan itu akan dikembangkan dengan akses via smartphone.

“Biaya yang dikeluarkan relatif murah, hanya berkisar Rp 500 ribu, juga tidak memakan waktu lama dibandingkan pemasangan meteran listrik,” imbuhnya.

*Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2016/04/08/mahasiswa-stikom-ciptakan-alat-kontrol-penggunaan-listrik-ini-manfaatnya | Jumat, 8 April 2016