Mahasiswa Stikom Ciptakan Alat Perawat Tanaman Otomatis

by admin

Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Stikom Surabaya membuat inovasi dengan menciptakan alat berupa Automatic Smart Garden (Asgard). Peralatan ini terinspirasi oleh warga perkotaan yang ingin bercocok tanam namun tidak memiliki waktu dan lahan yang cukup. Alat ini juga sangat berguna untuk membantu bercocok tanam dengan lebih mudah dan praktis.

Saat ditemui Rabu (6/3) kemarin, Gerald selaku panelis pada acara tersebut menjelaskan bahwa cara kerja alatnya pun sangat mudah dan hemat listrik. Pertama kali yang harus disiapkan adalah adalah harus mengisi air pada wadah yang ada disamping alat lalu memasukkan data tanaman terlebih dahulu meliputi jenis tanaman, suhu, kelembaban tanah, jam berapa harus disemprot air dan mulai menyalakan lampu UV pengganti mataharinya. Setelah itu mulai tanam bibit tanaman hingga tumbuh.

“Pengoperasiannya sangat mudah sekali. Alat ini secara otomatis akan menyiramkan air dan memberikan uap sesuai suhu serta kelembaban tanah dibutuhkan,” jelasnya. Lebih lanjut menurut Gerald, dengan menggunakan peralatan tersebut, masyarakat bisa menanam stroberi yang sebenarnya susah tumbuh di daerah panas seperti surabaya .

“Tetapi dengan menggunakan alat ini, tanaman stroberi bisa tumbuh dengan selang waktu 1-2 bulan,” jelasnya lagi. Menurut Kepala Program Studi Teknik Komputer Pauladie Susanto, hal ini merupakan tugas tahunan untuk membuat sebuah karya dengan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya.

“Studi kasusnya dari program studi. Karena fokusnya di smart city dan smart house. Setiap tahun angkatan baru ini membuat karya. Tahun lalu, kita fokusnya memang di lingkup rumah untuk dijadikan smart house.

Untuk tahun ini kita fokuskan pada garden.” imbuhnya. Ia juga menambahkan jika output dari kegiatan ini adalah untuk pengabdian dan mengenalkan masyarakat. Nantinya alat ini akan difokuskan disalah satu SMK di Sampang Madura. [kris]

*Sumber : Cetak | Bhirawa | Pendidikan, Kebudayaan & Olaharaga | Jumat, 8 Maret 2019 | Hal. 6