Mahasiswa Stikom Ciptakan Pendeteksi Golongan Darah Otomatis

by admin

SURABAYA (BM) – Kreativitas untuk menciptakan penemuan baru terus dilakukan mahasiswa Sistem Komputer Sekolah Tinggi Komputer (Stikom) Surabaya. Seperti yang Mas Ulun Naja, mahasiswa S1 Stikom Surabaya. Dia tergerak untuk menciptakan pendeteksi golongan darah otomatis. Cara kerja alat ini dengan mengambil sampel darah manusia melalui pembulu darah pipa kapiler lalu diteteskan pada bidang preparat dan diberi tetesan antisera/antigen A,B, dan AB.

 

Setelah sampel telah diberi antisera maka diletakkan di bawah kamera dengan jarak antara kamera dan obyek adalah 12 cm sehingga seluruh bagian obyek dapat terlihat saat capture kamera.

Dia menjelaskan, untuk golongan darah A dan B didapatkan dari hasil tracking obyek terbesar dan melihat posisi koordinat X dari obyek tersebut. Jika obyek terbesar berada pada area antigen B maka dapat disimpulkan golongan darah A. Jika obyek terbesar berada pada area antigen A maka dapat disimpulkan golongan darah B.

“Jika terdapat tiga obyek besar pada area antigen A, B, dan AB maka dapat disimpulkan golongan darah O. Sedangkan jika tidak ada obyek besar pada area antigen A,B, dan AB maka dapat disimpulkan golongan darah AB,” katanya, Senin (18/9).

Naja mengatakan, untuk melakukan deteksi dan tracking obyek dibutuhkan perangkat lunak yang dapat menunjang penelitian. Perangkat lunak yang digunakan ialah OpenCV yaitu aplikasi yang digunakan untuk teknik image processing. Sedangkan perangkat keras yang digunakan untuk menunjang antara lain 1 buah PC dan Web Cam 8 mega pixel.

Data yang diperoleh dari pengambilan gambar oleh kamera akan diolah komputer dengan image processing menggunakan metode component labelling untuk mendeteksi aglutinasi, setelah itu akan dibandingkan sesuai metode ABO daerah mana sajakah yang terdapat aglutinasi sehingga output akan didapatkan dan ditampilkan pada monitor

Image processing menggantikan pengamatan satu manusia dalam melihat aglutinasi yang terjadi pada sampel darah.

Image Processing adalah prosedur mengubah gambar ke dalam bentuk digital dan melaksanakan beberapa operasi di dalamnya, untuk mendapatkan gambar yang baik dan mengambil beberapa informasi yang bermanfaat.

Dengan kata lain, image processing sebagai pengganti penglihatan manusia untuk pengamatan aglutinasi atau penggumpalan pada sampel darah yang telah dicampur dengan reagen/antisera A,B, dan AB. Pengamatan tersebut dilakukan oleh kamera yang kemudian gambar yang diambil diteruskan ke komputer untuk diproses. Matematis pengolahan citra didefinisikan sebagai pengolahan gambar dua dimensi oleh komputer, gambar didefinisikan sebagai fungsi dua variabel seperti sumbu (x, y) seperti pada matrik. Karena image processing memiliki banyak metode yang dapat diterapkan, maka di dalam proyek ini haruslah mengambil metode yang paling tepat di bandingkan dengan metode yang lainnya.

Di proyek ini Naja menggunakan metode component labeling. Component labelling dipilih karena metode ini dapat memberikan inisial atau label dan memberikan informasi luas piksel pada suatu obyek citra yang dideteksi, sehingga metode ini sesuai untuk menganalisis aglutinasi pada sampel darah. Hasil dari pengujian 24 sampel darah yang didapatkan adalah 100% sampel dapat dianalisis dengan benar dengan ketentuan pengambilan sampel di atas preparat harus benar, ambang batas threshold 80, dan warna dasar obyek adalah putih. (sdp/udi)

 

*Sumber: http://www.beritametro.news/surabaya/mahasiswa-stikom-ciptakan-pendeteksi-golongan-darah-otomatis

 

Edisi Senin, 18 September 2017