Mahasiswa STIKOM Surabaya Ciptakan Alat Deteksi Banjir

by admin

brt776359045Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah sungai besar di Surabaya belum meluap dan menyebabkan banjir seperti yang terjadi di ibukota Jakarta. Namun mahasiswa STIKOM Surabaya,Budi Hari Nugroho dan Muhammad Syakir menciptakan alat pendeteksi banjir dengan teknologi wireless sensor network.

Dimana alat yang mengandalkan microkontroler sebagai salah satu alat TI untuk menyimpan dan mengirim data ke komputer maupun handphone, Budi dan Syakir mendesain alat pendekteksi banjir dengan harapan bisa diaplikasikan dimana pun dikawasan daerah rawan banjir.

“Dimana alat ini cukup dipasang di dinding sungai. Nantinya setiap 6 detik, alat ini akan melaporkan ketinggian air di permukaan sungai. Awalnya alat ini kami buat bisa mendeteksi ketinggian air per 1 detik, namun karena pelaporannya setiap detik, datanya jadi menumpuk, maka sedikit kami perlambat,” jelas Syakir, yang membuat alat ini untuk ujian akhirnya beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu saja, kedepan Syakir berharap alat ini bisa dipakai di pintu air Katulampa, Bogor sehingga bisa melaporkan debit air dengan cepat dan kontiniu. Dengan begitu petugas pintu air Katulampa dan Manggarai Jakarta tak lagi mondar-mandir mengecek ketinggian air.

“Kami yakin dengan alat ini bisa mengungsikan masyarakat rawan banjir ketempat yang lebih aman dengan lebih cepat,” tandasnya, mahasiwa S1 Sistem Komputer itu. [rea/but]

Sumber: http://beritajatim.com/pendidikan_kesehatan/205108/mahasiswa_stikom_ciptakan_alat_deteksi_banjir.html#.U14NKMfNfwM