Mahasiswa Stikom Surabaya Ciptakan Pendeteksi Golongan Darah

by admin

Surabaya, Bhirawa
Mas Ulun Naja, mahasiswa Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya ciptakan pendeteksi golongan darah secara otomasi.

Proses otomasi adalah proses untuk menerapkan metode ABO kedalam image processing. Sehingga image processing akan menggantikan pengamatan satu manusia dalam melihat aglutinasi yang terjadi pada sampel darah.
Mahasiswa S1 Sistem Komputer menjelaskan penggumpalan pada sampel darah yang telah dicampur dengan reagen/antisera A,B, dan AB. Pengamatan tersebut dilakukan oleh kamera yang kemudian gambar yang diambil diteruskan ke komputer untuk diproses.
Tranfusi darah, kata Mas Ulun, dapat dilakukan apabila pendonor dan penerima memiliki golongan darah yang sama. Dalam dunia kedokteran terdapat 4 golongan darah yang dimiliki manusia yaitu A, B, AB, dan O. Untuk mendapatkan golongan darah harus dilakukan pengujian terlebih dahulu yang dilakukan di laboratorium.
“Agar pemeriksaan dapat lebih mudah dilakukan diperlukan suatu proses otomasi agar dapat dioperasikan oleh awam atau non medis,” terangnya.
Dosen pembimbing Mas Ulun, Yosefine menjelaskan, cara kerja alatnya. Menurutnya, pertama-tama dengan mengambil sampel darah yang diambil dari manusia melalui pembuluh darah pipa kapiler. Lalu diteteskan pada bidang preparat dan diberi tetesan antisera/antigen A,B, dan AB. Setelah sampel telah diberi antisera maka diletakkan dibawah kamera dengan jarak antara kamera dan obyek adalah 12 cm. Sehingga seluruh bagian obyek dapat terlihat saat capture kamera. [geh]

 

*Sumber: http://harianbhirawa.com/2017/09/mahasiswa-stikom-ciptakan-pendeteksi-golongan-darah/

Edisi Selasa, 19 September 2017