Mahasiswa Stikom Temukan Penerjemah Bahasa Isyarat

by admin

Edo Aliffandhiarto , mahasiswa program studi S1 Sistem Komputer Stikom Surabaya menujukkan hasil karyanya. (foto: wiwiek wulandari)

Edo Aliffandhiarto , mahasiswa program studi S1 Sistem Komputer Stikom Surabaya menujukkan hasil karyanya. (foto: wiwiek wulandari)

20 Okt 2016
SURABAYA | duta.co
– Mahasiswa Sisten Komputer Stikom Surabaya, Edo Aliffandhiarto menunjukkan cara kerja hasil inovasinya yaitu Rancang Bangun Penerjemah Bahasa Isyarat Abjad menggunakan sensor Flex dan Accelerometer berbasis Arduino pada sarung tangan. Hasil inovasi itu dipublikasikan di Ruang Expo Kampus Stikom Surabaya, Kamis (20/10).

Sistem ini di buat untuk mempermudah para penderita tuna rungu untuk berkomunikasi dengan masyarakat menggunakan bahasa isyarat yang dapat divisualisasikan ke abjad dan ditampilkan ke layar LCD. 

Banyak permasalahan yang dihadapi manusia, salah satunya adalah berkomunikasi dengan orang lain. Bagi manusia normal hal ini bukanlah kendala serius, tetapi bagi penderita disabilitas, khususnya tuna-rungu, hal ini bisa menjadi hal yang sangat serius.

Ketika para penderita tuna-rungu berhadapan langsung dengan masyarakat sekitar, dimana akan terjadi  kesenjangan terhadap kesetaraan hak dan perlakuan antara masyarakat normal dan disabilitas. Di samping itu, dengan keanekaragaman bahasa isyarat dan banyaknya masyarakat yang kurang memahami tentang bahasa isyarat dapat menghambat para penderita tuna-rungu untuk berbaur dengan masyarakat sekitar.

Sehingga harus ada solusi untuk membantu para penderita tuna-rungu dan masyarakat sekitar agar bisa berkomunikasi dengan mudah.

Edo Aliffandhiarto , mahasiswa program studi S1 Sistem Komputer Stikom Surabaya, dalam rangka menempuh tugas akhir di bangku perkuliahannya, meluncurkan sebuah alat yang bertajuk Rancang Bangun Penerjemah Bahasa Iyarat Abjad Menggunakan  Sensor Flex Dan Accelerometer Berbasis Arduino.

Perancangan tugas akhir ini menggunakan metode penerapan sensor flex dan sensor accelerometer berbasis arduino uno pada sarung tangan. Sistem ini dibuat untuk mempermudah para penderita tuna-rungu untuk berkomunikasi dengan masyarakat menggunakan bahasa isyarat yang dapat divisualisasikan ke abjad dan ditampilkan ke layar dan LCD.

Dalam menjalankan sarung tangan penerjemah bahasa isyarat abjad para penderita tuna-rungu hurus menggunakan sarung tangannya. Kemudian penderita tuna-rungu hanya perlu mengerakkan jari sesuai dengan bahasa isyarat abjad sehingga sensor flex dapat menghasilkan resistensi dari lengkungan yang dilakukan oleh jari.

Dalam hal ini ada beberapa abjad yang tidak dapat di deteksi oleh sensor flex yaitu “ J ” dan “ Z “ karena huruf abjad tersebut harus melakukan pergerakan tangan. Maka dalam kasus ini harus menggunakan sensor accelerometer untuk mendeteksi pergerakan tangan agar dapat di baca oleh arduino uno dan ditampilkan ke layar atau LCD. (wik)

Terakhir diubah pada Kamis, 20 Oktober 2016 20:46

Sumber: duta.co