Masih Bisa Bertahan 10-15 Tahun

by admin

News Analysis

Dr Haryanto Tanuwijaya SKom MMT

Ketua Prodi S1 Manajemen STIKOM Surabaya

SURYA.co.id – Warnet lahir karena pada masa itu internet masih sulit dan mahal. Orang harus punya personal computer atau laptop dan harus berlangganan jaringan (internet).  Munculnya warnet menjembatani kebutuhan masyarakat akan internet dengan biaya murah.Target warnet memang masyarakat kalangan menengah ke bawah. Ketika itu, kehadiran warnet boleh dibilang booming. Orang-orang bisa berinternet ria tanpa harus berinvestasi untuk membeli perangkat dan segala macamnya.

Lalu, seperti kita ketahui, perkembangan tekonologi informasi begitu pesat. Internet kemudian begitu murah. Perangkat pun terbilang murah.

Apalagi setelah munculnya telepon pintar, internet menjadi hal murah dan mudah. Dengan demikian, perlahan tapi pasti, orang tidak lagi datang ke warnet untuk sekadar berinternet.

Penggunaan telepon pintar bahkan memiliki nilai lebih. Selain lebih praktis, juga kontennya pun lebih kaya ketimbang yang ada di warnet kala itu.

Akan tetapi, banyak warnet yang kemudian bangkit, berusaha mengubah diri. Salah satunya dengan menjadi game online centre. Sasarannya anak sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP).

Kalau pun seseorang punya perangkat sendiri, game online butuh jaringan yang kuat. Datang ke game online centre akan lebih murah ketimbang memanfaatkan fasilitas milik sendiri.

Jika dilihat, investasi untuk membuka game online centre rata-rata tidak terlalu mahal. Saya menduga, dana Rp 100 juta sudah cukup untuk itu. Investasi yang besar lebih ke jaringan dan fasilitas pendukung.

Dugaan saya juga, 10-15 tahun ke depan, game online centre masih aman dan berkembang. Sasarannya tentu berfokus pada masyarakat menengah ke bawah.

Persaingan yang lebih terasa pada antar-game online centre adalah suasana : ruangan ber-AC, tempat duduk dan pencahayaan ruangan yang nyaman. Hal ini yang mengundang anak-anak untuk datang main game ke game online centre.

Awal warnet konvensional booming sekitar 15 tahun lalu. Ketika itu internet juga mulai meluas. Situs-situs mulai bermunculan. Penggunaan e-mail masif. Sebelumnya fasilitas seperti ini hanya dipakai oleh orang-orang kantoran. Tapi saat itu sudah mulai melebar.

Saat ini warnet jenis itu lebih banyak berubah jadi tempat mencetak. Ini pun mulai menyusut karena banyak kampus sudah tak menggunakan metode lama berbasis kertas dalam pembelajaran.

Di STIKOM Surabaya, misalnya, mahasiswa sudah tidak pakai kertas untuk mengumpulkan tugas.  Semua berbasis email dan aplikasi. Pun dengan materi pengajaran dosen. (Aflahul Abidin/Wiwit Purwanto)

*Sumber : Cetak | Harian Surya | Edisi Senin, 23 April 2018 | Hlm. 1

http://surabaya.tribunnews.com/2018/04/23/news-analysis-warnet-untuk-game-online-masih-bisa-bertahan-10-15-tahun-ke-depan?page=3