Mendesain Kemasan Agar Berkelas

by admin

Vitri Unjuk Karya di sela pameran SPE 2013.

Vitri Unjuk Karya di sela pameran SPE 2013.

Bisnis percetakan masih menjanjikan. Setidaknya sampai dengan 10 tahun yang akan datang. Hal itu yang membuat Nur Laili Vitriyanah, mahasiswa DIII Komputer Grafis dan Cetak STIKOM Surabaya Angkatan 2010 terus menekuni dunia cetak grafis. Salah satu inovasi yang dibuat Vitri, demikian ia biasa dipanggil adalah desain kemasan baik makanan maupun minuman. Konsep yang dibangunpun tidak sembarangan, karena sudah menggunakan konsep teori-teori silent marketing. Dalam konsep silent marekting, Vitri fokus pada kekuatan desain kemasan.

Desain untuk produk makanan dan minuman itu sengaja dibidik karena bisnis makanan di Indonesia akan terus berkembang. Salah satu produk yang dibuatnya adalah desain kemasan untuk kue nastar. Kue nastar yang selama ini hanya dijual dalam kemasan stoples mika transparan, oleh VitriĀ  diubah menjadi kemasan plastik yang diberi sealer kemudian finishing menggunakan bungkus berbahan karton. Jadilah kue nastar yang biasa dijajakan di pasar tradisional menjadi kue nastar layaknya kemasan pabrik.

Selain lebih indah dipandang, desain kemasan ini diklaim mampu memberikan keawetan terhadap kue itu sendiri karena proses pengemasannya menggunakan plastik sealer. Itu membuat produk relatif lebih aman dari jangkauan bakteri. Vitri sengaja membidik kemasan makanan ringan karena budaya masyarakat Indonesia yang sangat konsumtif terhadap makanan. Dari sisi marketing, selain menerapkan konsep silent marketing, Vitri juga berpegang teguh pada prinsip-prinsip context how to serve dalam marketing. Artinya, jika menjual barang atau content yang sama dan tidak memiliki pembeda dari yang lain, maka produk itu tidak akan mampu bersaing dengan produk sejenis yang sudah ada dan bertahan. Content boleh sama, tetapi jika orang memiliki pembeda dari sisi context how to serve, maka produk itu akan lebih laku. Apalagi jika harga relatif sama atau tidak ada perbedaan dari produk sejenis lainnya.

Mengangkat Pasar Menengah
Pasar yang dibidik untuk desain yang sedang dikembangkan ini adalah industri kelas menengah atau rumah tangga. Selain membantu pemasaran, desain Vitri dipercaya mampu mengangkat derajat kue nastar kelas pasar tradisional untuk naik kelas dan bisa dipasarkan di supermarket.

Ditemui di sela-sela acara Surabaya Printing Expo, Vitri mengungkapkan,”Produk yang dikemas lebih menarik dengan sentuhan teknologi grafis akan lebih menarik minat pembeli dibandingkan dengan hanya dibungkus dengan plastik biasa.” Selain memberikan kesan eksklusif, kemasan produk yang bagus dan kreatif akan menguatkan brand produk itu sendiri,” imbuhnya.

Ir. Hardman Budiarjo, M.Med.Kom., Kepala Bagian Program Studi Komputer Grafis dan Cetak sangat apresiatif terhadap setiap karya mahasiswanya. Untuk itu, setiap karya mahasiswa yang feasible untuk diaplikasikan ke masyarakat harus dikenalkan kepada khalayak. “Menggelar pameran produk desain dari mahasiswa adalah salah satu wujud nyata keikutsertaan kami dalam memberikan solusi industri kelas menengah dan rumah tangga,” katanya di sela-sela pameran. [rudi santoso]

Sumber: Koran Surya Edisi Rabu, 26 Juni 2013, Rubrik YouGen | Hal. 14