Stikom On Media

Berita STIKOM Surabaya di berbagai media.

Manfaatkan Tumbuhan Organik, Mahasiswa Stikom Surabaya Sukses Ciptakan Bisnis Makeup Olive Organic

Manfaatkan Tumbuhan Organik, Mahasiswa Stikom Surabaya Sukses Ciptakan Bisnis Makeup Olive OrganicTRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Mengusung penggunaan tumbuhan organik sebagai bahan dasar makeup, Olive Organic ciptaan mahasiswa Stikom Surabaya berhasil menembus Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2019.

Dewi Anindya selaku owner dari Olive Organic mengatakan produk karyanya merupakan produk untuk perawatan wajah ini tidak menimbulkan efek jangka panjang sehingga sangat aman.

Meskipun menggunakan bahan organik, perawatan wajah ini dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau, harganya kisaran 30 ribu saja.

“Dan dapat digunakan bagi semua jenis kulit,” kata Dewi anindya kepada TribunJatim.com di Kampus Stikom Surabaya, Jumat (12/7/2019).

Namun, lanjut Dewi, Setelah kemasan dibuka, Olive Organic hanya bertahan tiga bulan karena tidak mengandung pengawet.

Dalam produk olive organic ada berbagai varian, seperti masker wajah organik, facial spray organik, scrub wajah organik dan lain-lain.

Ditanyai soal pencapaian kesuksesan bisnis makeup nya, Anna mengaku bisnis tersebut sudah banyak diminati oleh mahasiswa kampus Stikom Surabaya, bahkan juga suda merata ke para millenial-millenial yang ada di Surabaya.

Sumber : https://jatim.tribunnews.com/2019/07/12/manfaatkan-tumbuhan-organik-mahasiswa-stikom-surabaya-sukses-ciptakan-bisnis-makeup-olive-organic

Karya Enam Mahasiswa Stikom Lolos Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia

Karya Enam Mahasiswa Stikom Lolos Kompetisi Bisnis Mahasiswa IndonesiaJatim Newsroom – Enam tim mahasiswa Stikom Surabaya lolos dalam Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2019 oleh Ristek Dikti, dengan mengusung perkembangan dunia bisnis yang ramah lingkungan.

Karya terbaik para mahaiswa dari berbagai program studi ini telah dipamerkan di kampus Stikom Surabaya, Jumat (12/7) .

Karya mahaiswa Stikom yang diberi nama Alta Eco Printing adalah satu diantara produk cat daun untuk motif baju. Eco printing sendiri adalah sebuah teknik untuk mencetak dan mewarnai dengan bahan-bahan yang alami berbasis tumbuhan. Semisal daun dari tumbuhan yang memiliki pikmen tinggi ditempelkan ke objek langsung untuk dijiplak sehingga membentuk motif daun. Selain daun, produksi eco print juga bisa menggunakan bunga atau batang.Tidak hanya di baju, eco print juga bisa diaplikasikan di bahan katun, sifon, sutra dan kanvas.

Cara membuatnya cukup mudah dengan menggunakan bahan yang sederhana, cuka dan tawas. Alat bantunya pun hanya dengan palu dan talenan. Alta Eco Print dapat menghasilkan cat yang sangat ramah lingkungan tanpa menggunakan bahan sintetis. Warnanya yang lebih awet dan tidak luntur saat disetrika menjadi nilai plus bagi karya mahasiswa S1 Desain Produk untuk mengusung program go green. Kedepannya Alta Eco Print tidak hanya menghasilkan sablon saja, namun akan membuat sebuah cat yang menggunakan bahan-bahan organik.

“Kita ingin mewujudkan industri kreatif yang baru, fresh, dan inovatif dengan tidak menggunakan bahan tekstil atau kimia,” terang Anna Anisa Firdaus, Ketua Alta Eco Print, di Kampus Stikom, Jumat (12/7).

Kelompok lain yang juga mengusung penggunaan tumbuhan organik sebagai bahan dasar makeup adalah Olive Organic. Perawatan wajah ini tidak menimbulkan efek jangka panjang sehingga sangat aman.

Meskipun menggunakan bahan organik, perawatan wajah ini dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau dan dapat digunakan bagi semua jenis kulit. Setelah kemasan dibuka, Olive Organic hanya bertahan tiga bulan karena tidak mengandung pengawet. Ada berbagai varian seperti masker wajah organik, facial spray organik, scrub wajah organik dan lain-lain.

Satu diantara cara mengurangi limbah kaca, produk Inglass menampilkan karya kreatif juga membuat produk inovatif dengan lukis kaca, yaitu melukis dengan media kaca datar maupun lengkung. Produk lainnya, Ciyaaro mainan anak yang terbuat dari limbah kayu. Ciyaaro membantu mengurangi limbah kayu dari hasil sisa pabrik di Surabaya.

Selain mengembangkan bisnis yang ramah lingkungan, mahasiswa Stikom Surabaya yang terkenal di bidang IT, juga peduli untuk memberikan pengetahuan dunia IT yang sedang eksis untuk menjadi perhatian industri kreatif.

Seluruh hasil karya kreatif para mahasiswa Stikom Surabaya peraih Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2019, dijadwalkan dipamerkan di Ruang Auditorium lantai 1 kampus Stikom Surabaya, mulai Jumat (12/7). (ryo/p)

*Sumber : http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/karya-enam-mahasiswa-stikom-lolos-kompetisi-bisnis-mahasiswa-indonesia

STIKOM Surabaya Beri Pelatihan Aplikasi MoLearn Guru SMA se-Jatim

STIKOM Surabaya Beri Pelatihan Aplikasi  MoLearn Guru SMA se-Jatim

Jatim Newsroom – Demi meningkatkan kegiatan belajar mengajar modern berbasis TI (Teknologi Informasi), Stikom Surabaya memberikan pelatihan Pembelajaran Blended Web Mobile Learning (BWML) dengan aplikasi MoLearn kepada guru Biologi SMA se-Jawa Timur di Auditorium STIKOM, Rabu (26/6).

Aplikasi MoLearn ini diciptakan oleh tim peneliti dari dosen Stikom Surabaya Bambang Hariadi, Dewiyani Sunarto, Tri Sagirani, Tan Amelia, dan Julianto Lemantara pada 2017. Berdasarkan kerjasama dalam kegiatan bidang pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia serta pengabdian pada masyarakat sebagai seorang dosen dan instansi pendidikan, Stikom Surabaya berkerjasama dengan  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur untuk mengadakan implementasi BWML pada mata pelajaran Biologi SMA kelas XI semester 1.

Pelatihan aplikasi MoLearn di Stikom Surabaya dihadiri oleh berbagai guru SMA mata pelajaran Biologi di Jawa Timur yaitu Surabaya, Jombang, Sidoarjo, dan Nganjuk. “Selain itu diikuti oleh beberapa perwakilan dari siswa SMA N 21 Surabaya,” ungkap, salah satu penggagas MoLearn Dewiyani Sunarto  kepada media, Rabu (26/6).

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari lauching aplikasi MoLearn. Aplikasi ini sudah diperbaharui setelah menindaklanjuti penggunaan aplikasi pada 2017 lalu.  Peserta dari pelatihan ini ialah guru atau sekolah yang ingin menerapkan metode ini. Pelatihan akan dilakukan selama bulan Juli 2019 sebanyak 6 kali pertemuan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan aplikasi MoLearn dan melatih guru Biologi di Jawa Timur. Nantinya guru-guru akan menggunakan aplikasi tersebut dalam kegiatan belajar mengajar. Saya dari sisi peneliti, akan melihat seberapa jauh kegunaan dan kebermanfaatannya aplikasi ini untuk dikembangkan lebih baik lagi.” Ujar Dewiyani Sunarto,

MoLearn merupakan sebuah aplikasi pembelajaran berbasis Web dan Android. Diciptakan khusus untuk mewadahi kebutuhan belajar bagi generasi digital native. Aplikasi tersebut berisi kumpulan soal, materi, tugas, diskusi hingga penilaian ujian kepada siswa.

Pembaharuan MoLearn versi 2 kali ini berupa tampilan depan yang dibuat lebih menarik dan simpel. Menu-menu di dalamnya diperbaiki dengan kelebihan bisa menginput soal atau file-file sendiri, yang sebelumnya hanya file berdasarkan hasil MGMP. (ryo/p)

*Sumber : http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/stikom-surabaya-beri-pelatihan-aplikasi-molearn-guru-sma-se-jatim