Pahlawan Indonesia Bukan Hanya Bung Tomo Saja Lho …

by admin

Reportase Muhammad Bahruddin
Dosen Desain Komunikasi Visual Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya/Mahasiswa S3 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia

Cynthia dan buku ilustrasi pahlawan karyanya

Cynthia dan buku ilustrasi pahlawan karyanya

HAMPIR setiap masyarakat Indonesia pasti mengenal Surabaya sebagai kota pahlawan. Namun tak semua orang mengetahui nama-nama pahlawan yang berjasa dalam pertempuran 10 November 1945 itu.

Apalagi sepak terjang mereka dalam melawan para penjajah.Selama ini, masyarakat hanya mengetahui Bung Tomo saja sebagai pelopor pertempuran saat itu. Sementara tokoh lainnya, sama sekali tak dikenali.

Fakta memprihatinkan ini ditemukan Cynthia Joanna (22), mahasiswa Desain Komunikasi Visual Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya saat survei di sejumlah SMP di Surabaya untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

Cynthia menemukan, dari 80 sampel yang disurvei, sebanyak 63,75 persennya tak mengetahui nama pahlawan Surabaya, selain Bung Tomo. Padahal sangat banyak pahlawan yang terlibat dalam pertempuran yang disebut-sebut sebagai pertempuran terbesar sesudah proklamasi itu.

Cynthia semakin prihatin manakala melihat kenyataan bahwa buku sekolah yang menceritakan tentang pahlawan Surabaya terbilang sangat langka sehingga tak heran jika sebagian besar pelajar tak mengetahui sejarah pertempuran 10 November dan nama-nama pahlawan yang terlibat di dalamnya.

Selain Bung Tomo, ujar Cynthia, masih ada ribuan pejuang yang gugur dalam pertempuran 10 November 1945. Namun tak semua dicantumkan dalam buku. Sejumlah tokoh yang dianggap Cynthia memiliki peran besar selama pertempuran.

Di antaranya, Loekitoningsih, Mochamad Jasin, Drg Moestopo, HR Mohammad, Residen Soedirman, Soemarsono, Iswahjudi, Bu Dar Mortir, Isbandiyah, RTM Soeryo, Ruslan Abdulgani, Wahib Wahab, Soetjipto Danukusomo, Soengkono, Radjiman Nasution, Doel Arnowo, dan lain sebagainya.

“Sangat disayangkan jika masyarakat Surabaya banyak yang tak tahu tentang pahlawan Surabaya, apalagi pertempuran 10 Nopember tersebut jadi momentum nasional hari pahlawan,” sesalnya.

Menurutnya, untuk membangun masa depan dibutuhkan pelajaran dari masa lalu. “To study history is to build history,” tegas mahasiswi semester akhir ini mengutip pernyataan Arnold Tonybee.

Keprihatinan yang membuatnya ingin mengenalkan nama-nama pahlawan Surabaya melalui buku ilustrasinya.

Gadis berdarah Tionghoa ini mengungkapkan, penggunaan ilustrasi ditujukan untuk memberi ingatan tersendiri bagi pembaca. Ilustrasi dianggap mampu melukiskan salah satu adegan sebagai gambaran singkat guna menjelaskan alur cerita.

Untuk menyempurnakan karyanya, ia menggunakan teknik aquarelleya berbahan dasar cat cair yang menghasilkan sapuan tipis dan ringan sehingga lukisan terkesan transparan. Teknik ini diharapkan membuat siswa tertarik membaca buku sejarah.

 

Sumber:

  • http://surabaya.tribunnews.com/2017/02/05/pahlawan-indonesia-bukan-hanya-bung-tomo-saja-lho
  • Surya Cetak Edisi Senin, 6 Februari 2017 | Citizen Reporter | hal. 9