Pakar FinTech Ajak Mahasiswa Peka Lihat Peluang Bisnis

by admin

Lembaga pembiayaan, perbankan dan jasa keuangan lainnya dituntut beradaptasi dengan kemajuan teknologi, khususnya tekknologi digital yang mengarah ke financial technology (FinTec). Seiring waktu, FinTech menjadi bagian bisnis virtual yang digandrungi kaum muda.

Berangkat dari latar belakang tersebut, 500 mahasiswa Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabayawajib diwajibkan mengikuti program workshop edukasi dan literasi keuangand engan topik “Finance Company and Fintech Firm : A Collaboration, di Arena Prestasi, lantai 9 Gedung Biru, Kampus Jalan Wonorejo, Sabtu (8/9).

Materi disampaikan Budi Wasito, pakar bidang sekaligus founder dan owner beberapa start up FinTech. Budi Wasito berpesan ke mahasiswa Stikom Surabaya untuk peka melihat kebutuhan dan peluang usaha dalam dunia keuangan. Selain itu mempu melakukan perencanan keuangan dengan baik. “Dampak negatif teknologi keuangan harus dibarengi dengan edukasi prilaku dalam pengendalian pengelolaan keuangan. Bagaimana kelemahan bisa dijadikan kekuatan saat jasa keuangan bersinergi dengan teknologi, “ papar Budi Wasito.

Menurutnya, keduanya akan memberikan solusi terbaik bagi  masyrakat yang terbiasa hidup konsumtif. “kendati demikian semua itu kembali lagi pada masing-masing individual,” ucap Budi Wasito.

Budi juga membagikan kiat bidang investasi agar mahasiswa terhibdar dari aktivitas investasi bodong atau tidak jelas. Mahasiswa diharapkan mampu memilih serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan dengan bijak, “Teknologi tetaplah seperti dua mata pisau, saat digunakan dengan benar akan memberi dampak positif. Sebaliknya, memberi dampak negatif yang sangat membahayakannya. Teknologi keuangan lahir untuk memudahkan, efisien,praktis, dan memberi berbagai macam solusi permasalahan bagi masyarakat,” paparnya.

Di sisi lain, kata Budi, seiring perkembangan FinTech, menuntut pengelolaan dan perencanaan keuangan yang benar. Selain itu FinTech membuka peluang yang sangat luas dalam bisnis digital dibidang keuangan. “Dengan segala kemudahannya, teknologi terkadang bisa menjerumuskan masyarakat yang terbiasa hidup konsumtif (hanya memakai, tidak menciptakan, red) mereka akan justru lebih sulit mengendalikan dan mengelola keuangan dnegan baik,” tutup Budi Wasito. (him/ano)

*Sumber: Cetak | Memo X | Surabaya X | Edisi Senin 10 Septermber 2018 | Hal. 9 dan 15