Pengalaman Ngekos Bisa Bikin Alat Kendali Listrik

by admin

PENGENDALI: Fransiscus menunjukkan alat bikinannya semacam kalkulator yang dihubungkan ke laptop. Alat tersebut bisa menghitung biaya penggunaan listrik.

PENGENDALI: Fransiscus menunjukkan alat bikinannya semacam kalkulator yang dihubungkan ke laptop. Alat tersebut bisa menghitung biaya penggunaan listrik.

SURABAYA – Listrik sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun, kerap penggunaan listrik over dan tidak terkendali. Biaya pemakaian listrik yang harus dibayar pun menjadi mahal. Untuk mengendalikan penggunaan listrik, Fransiscus, mahasiswa S-1 Sistem Komputer Stikom, punya terobosan tersendiri.

Laki-laki yang hari ini diwisuda tersebut mengatakan, alat yang dibuatnya berupa kotak berwarna hitam. kotak itu didesain sedemikian rupa dan dilengkapi dengan sensor yang mendeteksi arus listrik. “Lalu, diteruskan ke microcontroller. Lalu, dikirim ke komputer,” jelasnya.

Melalui komputer, bisa diketahui jumlah arus yang digunakan. Termasuk, biaya yang harus dikeluarkan. “kalau pada alat, cuma tahu biayanya, belum bisa lihat langsung arus yang dipakai,” katanya. Alat itu, terang Fransiscus, hanya membaca batasan arus yang digunakan. pada kotak itu, dia menggunakan batasan 5 ampere. “Kalau lewat dari 5 ampere, akan berbunyi dan memutuskan arus,” terangnya.

Selanjutnya, alat akan memeriksa tegangan dalam beberapa saat. Jika tegangan sudah turun, arus listrik akan kembali mengalir. Dengan demikian, alat yang menjadi inovasinya itu berfungsi mengoreksi atau mengecek saja. “Dilengkapi fitur untuk biaya penggunaan secara real time,” katanya. Setiap detik, imbuh dia, penggunaan arus dan biaya bisa terpantau.

Fransiscus mengatakan, inovasi tersebut bermula dari dirinya yang tinggal di sebuah kamar kos. Aturannya, jika menambah piranti elektronik dalam kamar, penghuni dikenai biaya tambahan. Mulai setrika, kipas angin, hingga laptop. “Nah, kalau ada alat pengukur ini, kan bisa tahu berapa arus yang dipakai, berapa biaya yang dibayarkan,” tuturnya.

Dengan begitu, penghuni rumah atau kamar juga bisa membatasi penggunaan listrik serta membantu program earth hour. Selain di rumah kos, alat itu bisa diterapkan untuk mengukur pemakaian listrik saat sewa stan.

Ke depan, pengembangan alat dilakukan. Terutama agar alat itu bisa terkoneksi ke ponsel. (puj/c11/end)

*Sumber: Jawa Pos | Sabtu, 9 April 2016 | Metropolis Pendidikan | ha. 34