PRODUKSI FROZEN FOOD LELE

by admin

deLelezioso

deLelezioso

Menjadi pebisnis pemula di usia muda menuntut mahasiswa berpikir lebih panjang. Bisnis selalu menuntut pelakunya untuk kreatif sekaligus berani menerima resiko. Usia muda membuat daya tahan menghadapi resiko masih kuat karena mereka memiliki energi lebih untuk kembali memperbaiki situasi.

Sifat ingin tahu yang dimiliki anak muda menjadi nilai plus. Mereka akan mencari sisi lain sehingga menghasilkan produk atau cara yang unik untuk menarik konsumen. STIKOM Surabaya mengenalkan kewirausahaan dan disambut hangat oleh mahasiswa. Mereka tidak hanya berusaha mencari bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan dengan cepat, tetapi juga belajar tentang perencanaan dan kemungkinan pengembangan usaha.

Dalam mata kuliah Kewirausahaan yang diikuti Program Studi Komputer Akuntansi, DIII Manajemen Informatika, mahasiswa diajak untuk membuat usaha yang kelak dapat dikembangkan. Praktik pembuatan usaha itu yang mejadi rel utamanya.

Tony Subijono SE, SH, M.Ak. , salah satu dosen pengampu Kewirausahaan menandaskan bahwa adanya kegiatan ini diharapkan tidak sekedar mewajibkan mahasiswa berjualan produk, tetapi lebih dari itu adalah menanamkan jiwa entrepreneur sejak di bangku kuliah. “Mahasiswa harus mulai tahu dan bisa menghitung nilai dan resiko bisnis yang sedang dijalankan, sehingga apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang feasible untuk dijalankan, bukan sekedar angan-angan,” katanya.

Dengan menjalankan teori dan mempraktikannya dalam usaha, mahasiswa diminta untuk realistis menghadapi situasi yang mungkin berbeda dengan apa yang dipelajari di dalam kelas. Justru itu yang membuat mahasiswa menemukan cara dengan kondisi di lapangan.

 

Peluang di sekitar

Jeli melihat peluang membuat usaha yang dijalankan, Christy Mitha Renata tampil berbeda. Ia melihat pasokan lele berlimpah dan murah. Lele juga mengandung protein tinggi yang baik dikonsumsi segala usia. Dengan memanfaatkan dagingnya saja, lele menjadi santapan yang lezat. Sampai saat ini, sajian terpopuler olahan lele adalah dalam bentuk penyetan dengan sambal dan lalap di warung-warung. Jika dapat diolah menjadi santapan yang lebih praktis, lele dapat naik kelas.

deLelezioso

deLelezioso

Christy mengambil daging lele dan mengolahnya menjadi nugget lele. Olahan frozen food seperti itu memungkinkan lele dijual dalam jangka waktu lebih lama. Nugget lele dapat disejajarkan dengan nugget ayam yang lebih dulu populer. Olahan ikan tentu akan menyumbang nutrisi lebih banyak dan dibutuhkan tubuh.

“Harga yang murah juga menjadi alasan pemilihan bahan dasar nugget,” kata mahasiswa S1 Komputer Akuntansi STIKOM Surabaya itu. “Dengan harga bahan baku yang lebih murah jika dibandingkan daging sapi, diharapkan nugget lele ini dapat dijangkau oleh semua kalangan untuk memenuhi gizi,” tambahnya.

Nugget lele menjadi makanan cepat saji yang praktis. Konsumen tinggal menggoreng sebentar dan langsung siap disantap.Bahan baku yang tersedia berlimpah dan dapat dipanen setiap saat menjadi sisi positif usaha nugget lele. Dengan bahan baku yang berlimpah, usaha tidak akan tersendat karena selalu ada pasokan.

Keunikan produknya membuat nugget lele yang diberi nama deLelezioso itu menjadi center point dari bazar produk wirausaha yang digelar Rabu (5/6) di kampus STIKOM Surabaya, Jl. Raya Kedung Baruk 98. Ide dan perhitungan usaha menjadi nilai lebih bisnis yang dirintis Christy.

Erwin Sutomo, S.Kom, M.Eng, Kaprodi S1 Komputer Akuntansi, “Acara bazar itu patut diapresiasi. Saya berharap aktivitas seperti ini menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk menjadi entrepreneur sejati,”tutur Erwin. (rudi santoso)

Sumber: Surya Edisi Selasa, 11 Juni 2013 | YouGen | Hal. 14.