Promosikan Monumen “Kecil”

by admin

Pam Pam menunjukkan komik karyanya.

Pam Pam menunjukkan komik karyanya.

SURABAYA-Kota Pahlawan memang sarat dengan bangunan bersejarah. Mulai gedung peninggalan era kolonial hingga monumen. Sayangnya, banyak yang hanya kenal monumen-monumen besar.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (Stikom) Surabaya Pam Pam Januar Maulana berusaha mengangkat monumen-monumen “kecil” di Surabaya yang belum banyak diketahui publik. Cara promosi yang dilakukan Pam Pam terbilang unik. Dia sengaja membuat komik serta kartu informatif. Karya itu dia beri nama komik Mbah Jo.

Mulanya Pam Pam mengaku resah atas kepedulian anak muda di Surabaya akan sejarah di kotanya. “Banyak yang tidak tahu monumen di Surabaya, katanya. Sebagian besar dari mereka hanya mengenal monumen yang kasatmata alias ukurannya besar. Misalnya Tugu Pahlawan dan Monumen Kapal Selam.

Pam Pam pun menggali data itu dari pelajar SMP di Surabaya. Dari sana dia membuat komik dengan latar cerita sejarah. Komik tersebut dibuat dalam waktu enam bulan, mengangkat tokoh veteran bernama Mbah Jo. “Mbah Jo saya ceritakan sebagai pelaku sejarah pada fase perang pendaratan sekutu,” ungkapnya.

Karakter itulah yang membawa pembacanya lebih mengenal monumen-monumen kecil di Surabaya yang ternyata punya sejarah penting. Pam Pam membahas empat monumen dalam media promosi sekaligus edukasinya tersebut. Antara lain Monumen RRI dan Monumen Rumah Sakit Simpang di Jalan Pemuda, Monumen Madun di depan Siola, serta Monumen Contong di Jalan Pahlawan. Monumen-monumen tersebut, jelas Pam Pam, belum banyak diketahui warga Surabaya sendiri sebagai tempat bersejarah.

Selain membuat komik, Pam Pam menyertakan informasi yang dikemasnya dalam kartu koleksi. Kartu itu berisi gambar-gambar empat monumen kecil tersebut. Bentuknya desain sketsa yang disertai informasi sejarah monumen kecil itu.

Setelah membuatnya, mahasiswa angkatan 2009 tersebut memberikannya kepada teman-teman adiknya yang kebetulan bersekolah di SMPN 17 Surabaya. “Tanggapan mereka jadi tahu monumen kecil itu juga punya sejarah yang penting,” ucapnya.

Pam Pam mengungkapkan bakal membuat seri lanjutan dari komik berikut kartu koleksi tersebut. Dia berharap generasi mudah lebih bisa menghargai sejarah kota sendiri. (kus/c9/roz)

Sumber: Jawa Pos Edisi Jumat, 14 Februari 2014