Robot Pendeteksi Kebocoran Gas

by admin

59536_78545_pendidikan-4-robot

-LEBIH AMAN: Muchammad Chalim dan robot karyanya. Robot ini mampu mendeteksi bau mencurigakan dari jarak sekitar 10 meter.

JawaPos.com – Keselamatan merupakan hal yang utama. Baik di tempat kerja maupun di rumah. Salah satunya, bahaya kebocoran gas.

Muchammad Chalim tergerak untuk membuat robot pendeteksi kebocoran gas yang mudah terbakar. Chalim mengatakan, robot tank didesain untuk mendeteksi gas yang mudah terbakar di area industri dan rumah tangga.

User menggerakkan joystick untuk mengontrol robot secara manual. Robot akan berjalan sesuai input dari user untuk mencari kebocoran gas.

Setelah mendeteksi kebocoran gas, sensor pada robot akan meng-input data dan mengirimkan status kepada joystick. Status tersebut akan berbunyi gas mudah terbakar.

Mahasiswa Jurusan Sistem Komputer Stikom itu mengatakan, robot berpatroli pada area yang ditengarai mengandung kebocoran gas. User ikut mengendalikan robot dari jarak maksimal 10 meter.

Hal itu sekaligus mencegah user dari bahaya. ”Robot jadi perantara,” tegasnya. Chalim mendesain robotnya untuk mendeteksi gas yang mengandung metana dan betana.

Yakni, bensin dan LPG. Jika menangkap bau gas yang bocor, sensor akan mengirimkan status dengan menggunakan bluetooth. Bluetooth dipilih karena mampu mengambil data secara cepat.

Jika hanya wireless, Chalim menilai kurang maksimal. ”Iya kalau ada wireless, lagi pula bluetooth bisa lebih fokus dan cepat karena langsung melibatkan dua alat saja,” jelasnya.

Pada robot, ada sensor inframerah untuk mendeteksi benda-benda di depannya. Robot juga dilengkapi kipas angin kecil untuk membantu menghirup aroma gas.

Kipas itu juga membantu memperkuat aroma bagi gas yang cepat memuai sehingga lebih mudah dideteksi. ”Gas bisa terdeteksi dari jarak 10 meter,” tuturnya.

Ke depan, pengembangan robot masih perlu dilakukan. Terutama untuk menggerakkan lengan robot agar lebih fleksibel. Hingga jadi, lanjut Chalim, pembuatan robot tersebut memakan waktu empat bulan.

Kendalanya ada pada pengambilan sensor data yang membutuhkan ketelitian. ”Dari range tertentu, bisa disimpulkan gas berbahaya atau tidak,” katanya.

Chalim mengungkapkan, inovasinya itu terinspirasi industri makanan yang menggunakan gas. ”Sering bau gas. Kalau pakai alat masih melibatkan manusia, ini saya coba dari robot,” ujarnya. (puj/c7/nda/sep/JPG)

 

*Sumber: http://www.jawapos.com/read/2016/10/24/59536/robot-pendeteksi-kebocoran-gas/2 | Edisi Senin, 24 Oktober 2016