Sehat dengan Hidroponik

by admin

Penggunaan pestisida pada tanaman sayuran untuk  membunuh hama penyakit memberikan dampak kurang baik, terutama jika dikonjumsi manusia. Keprihatinan inilah yang membuat Muhammad Anshori, Kepala Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Darusalam, Desa Kraton, Krian, Sidoarjo mengenalkan tanaman hidroponik ke warga sekitar.

Anshori, sapaan pria kelahiran 19 April 1975, memberdayakan para santrinya untuk menanam dan merawat syuran hidroponik yang ditaman di area TPQ. Ada kangkung, selada, dan berbagai jenis sawi.

Selain mengaji, para santri juga kerap masak bersama dengan memanfaatkan sayuran hidroponik yang mereka tanam.

Anshori juga menawarkan ke warga sekitar untuk menanam sayuran hidroponik dengan benih darinya. Warga hanya mengeluarkan dana kecil namun mendulang manfaat yang sangat besar.

Menurut Anshori, biaya menanam sayuran hidroponik hanya di awal-awal saja, terutama jika menggunakan media paralon. Namun jika warga memakai media bekas gelas mineral, biaya akan semakin kecil.

Tanaman hidroponik, sebut Anshori, tak perlu tanah dan lahan luas. Warga hanya butuh air sedikit air bersih atau air hujan yang diendapkan, serta pemenuhan nutrisi. Untuk media tanam, bisa dimanfaatkan paralon, bekas gelas air mineral, dan lain sebagainya. “Pengelolaannya tak rumit. Yang penting tahu caranya,” yakinnya.

Anshori menambahkan, selama ini sayuran hidroponik miliknya mulai banyak digunakan warga, untuk dikonsumsi maupun ditanam di rumah masing-masing.

Bahkan warga sekitar TPQ mulai kreatif menggunakan sayuran hidroponik. Tak hanya digunakan sebagai menu sayuran makan, tetapi juga digunakan sebagai jus, kue nastar, puding, nasi goreng dan sebagainya dengan rasa dan aroma menyegarkan.

Mesti belom banyak warga yang sadar, namun Anshori akan terus mengedukasi warga tentanng manfaat tanaman hidroponik, khususnya bagi yang peduli hidup sehat.

Tak heran bila niat baik Anshori ini diganjar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai Kampung Peduli Hidroponik dengan predikat terbaik kedua se Kabupaten Sidoarjo, 30 Juli 2017 lalu.

“Jika ingin hidup sehat dan fit, ya konsumssi sayuran hidroponik,” tega ustadz yang memiliki lebih dari 150 santri TPQ ini.

Sementara Mashuri(20), santri senior TPQ Darusalam mengatakan, TPQ siap melayani  warga bila ingin tahu lebih jauh tentang tanaman hidroponik.

“Kami siap melayani, mulai dari pengadaan media tanaman hingga cara menanamnya,” pungkasnya berpromosi.

Muh Bahrudin

Dosen Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya/ Mahasiswa S3 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia.

(http://surabaya.tribunnews.com/2017/08/02/sehat-cara-muda-dan-murah-dengan-hidroponik)

Sumber: harian Surya | citizen reporter Kamis, 3 Agustus 2017 | hal.10