STIKOM SURABAYA GELAR PAMERAN KARYA TUGAS AKHIR MAHASISWA TEKNIK KOMPUTER

by admin

Surabaya – Menanggapi kenaikan angka kecelakaaan lalu lintas di Indonesia yang disebabkan atas kelalaian pengendara, perlu adanya minimalisir penanggulanggulangan kecelakaan tersebut. Biasanya akibat kelelahan, pengemudi menjadi kantuk hingga kecelakaan tak dapat terhindarkan. Mahasiswa S1 Teknik Komputer Stikom Surabaya pada tugas akhirnya menciptakan alat untuk meminimalisir kecelakaan tersebut yang dimerkan pada Rabu (13/2) di Ruang Auditorium lantai 1 Stikom Surabaya.

Salah satu mahasiswa menemukan solusi dengan alat pendeteksi mata kantuk. Cara kerja alat tersebut merekam wajah seseorang yang kemudian diproses untuk disimpulkan apakah orang itu terdeteksi kantuk secara real time.

Sensor tersebut diletakkan di depan pengemudi, kemudian mendeteksi pergerakan antara mata terbuka dan terpejam. Pengoprasiannya yang mudah, hanya menekan tombol enter alat tersebut akan berfungsi bahkan tanpa jaringan internet.

Saat mata terpejam dalam kurun waktu beberapa detik dan terindikasi kantuk, alat ini akan memberikan alarm berupa suara dari buzzer khususnya untuk pengemudi mobil.
Alat yang diciptakan oleh Andrea Hartoko Aji Putra Perdana, sangat cocok untuk pengemudi mobil jarak jauh dan sopir-sopir.

“Alarm Sistem Deteksi Kantuk bernama Si Dekan, dibandrol dengan harga cukup murah dibandingkan nyawa seseorang.

Sehingga pengemudi tidak perlu takut mengalami kecelakaan akibat kantuk. Alat ini mempu memberikan peringatan yang cukup membangunkan kantuk, sehingga pengemudi dapat beristirahat sejenak.” Papar Andre.

Berbeda dengan Andrea yang menciptakan antisipasi kecelakaan pada pengendara mobil, Arman Maulana Soka menciptakan pendeteksi kecelakaan lalu lintas pada pengendara roda dua.

Saat terjadi kecelakaan, pengendara sepeda motor kerap terlempar dan berbenturan dengan aspal bahkan dengan kendaraan lain. Sedangkan bagian tubuh yang paling vital saat terjadi benturan adalah kepala.

Sehingga Arman, menciptakan helm untuk identifikasi kecelakaan. Helm tersebut dipasang alat sensor, sehingga saat terjadi kecelakaan alat tersebut akan otomatis mengirimkan pesan informasi lokasi dan tingkat benturan melalui pesan sms.

Ketika mendapatkan pesan singkat, keluarga korban lebih cepat mendapat informasi akurat. Bahkan Jika kecelakaan terjadi di tempat yang sepi dan pengendara dalam keadaan pingsan dapat segera ditangani.

Selain alat minimalisir kecelakaan tersebut, masih banyak karya-karya mahasiswa lagi yang dipamerkan dalam pameran karya tugas akhir sebanyak 14 karya.(TH)

*Sumber : https://www.lensanasional.co.id/blog/2019/02/13/stikom-surabaya-gelar-pameran-karya-tugas-akhir-mahasiswa-teknik-komputer/