Surabaya Punya Museum Teknoform

by admin

SURABAYA – Pesatnya perkembangan atau evolusi perangkat keras dan lunak dalam bidang teknologi informasi menyebabkan manusia tidak sempat mengenal satu persatu perangkat-perangkat pendahulunya.

Kurikulum bahan pendukung belajar di bidang teknologi informasi dan komputer berubah sangat cepat, sehingga harus selalu mengikuti kebutuhan pengguna. Hal ini berdampak pada teori maupun sejarah perangkat-perangkat pendahulu komputer yang berasal dari bahan ajar yang dibaca siswa, terutama mahasiswa yang menekuni bidang teknologi informasi.

Masih banyak yang tidak mengenal perangkat keras, lunak, maupun bahasa pendukung pada masa silam.

Hingga saat ini masih belum ada museum yang memperlihatkan wujud barang-barang yang terkait dengan teknologi informasi maupun perangkat keras komputer secara kasat mata.

Untuk memudahkan orang mengetahui, melihat, mengenal, dan mengerti akan keberadaan benda-benda masa lampau, yang semuanya menjadi cikal bakal teknologi pada masa sekarang, yaitu memperlihatkan perubahan fisik yang terjadi sejak masa lalu hingga masa sekarang dalam hal ukuran serta kemampuan.

Hal ini merupakan alasan didirikannya Museum Teknologi Informasi (Teknoform) di Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, yaitu agar dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat awam pada umumnya dan untuk para pemerhati serta pencinta Teknologi Informasi (TI) khususnya. Masyarakat dapat mengetahui lebih dalam dan lebih mudah evolusi perangkat keras Teknologi Informasi dan melihat perkembangan secara visual dan nyata.

Adanya Museum Teknoform memperlihatkan secara lebih detil komponen-komponen yang membentuk peralatan tersebut. Lebih lanjut, masyarakat secara langsung dapat melihat hubungan antar peralatan dalam satu rangkaian fungsional serta mengetahui banyak hal yang terkait dengan TI sejak awal peradaban manusia hingga tren di masa depan. Selain itu untuk persembahan sembangsih alumni pada almamaternya.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat peresmian museum, Selasa (28/11/2017), mengatakan Museum Teknoform ini merupakan museum pertama yang memamerkan barang-barang yang terkait dengan teknologi informasi maupun perangkat keras komputer. Sehingga ia berharap dengan adanya museum ini warga surabaya dapat mengenal dan mempelajari perangkat-perangkat tersebut yang menjadi cikal bakal teknologi pada saat ini.

“Saat ini perkembangan teknologi dan informasi sangat luar biasa. Perangkat teknologi yang mempengaruhi kehidupan dan peradaban manusia juga terus berkembang. Dan kehadiran museum ini semoga bisa menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda,” kata Tri Rismaharini.

Risma mengingatkan dengan banyaknya museum di Surabaya, maka akan banyak pilihan bagi masyarakat serta generasi muda untuk belajar apa saja melalui museum-museum yang ada tersebut.

“Karena dari museum seperti ini, kita jadi tahu bagaimana perkembangan teknologi informasi dalam peradaban manusia. Ini penting dipahami, dan dengan penataan yang menarik, tidak menutup kemungkinan museum juga jadi sarana pendidikan buat masyarakat,” tambah mantan kepala Bappeko ini.

Museum Teknologi Informasi yang dibuat Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, saat ini memang masih memiliki koleksi yang belum banyak. Tetapi dari koleksi yang ada sekarang diharapkan bisa memberi gambaran bagi masyarakat tentang perkembangan teknologi informasi.

“Tentunya kami sangat berterimakasih dengan keinginan masyarakat untuk memberikan sumbangsih benda atau apapun berkaitan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Kami sangat berterimakasih,” kata Budi Djatmiko, Ketua Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya.

Menurutnya, barang-barang dalam museum ini merupakan hasil sumbangan dari alumni Stikom yang dipersembahkan untuk warga Surabaya. Budi berharap museum Teknologi Informasi ini dapat menjadi bahan pembelajaran generasi muda.

Sementara itu, Listya Sidharta menyampaikan tujuan dibangunnya museum ini yaitu agar generasi muda dapat mengetahui lebih dalam dan lebih mudah tentang evolusi perangkat keras Teknologi Informasi dan melihat perkembangan detil komponen-komponen yang membentuk perangkat menjadi satu rangkaian fungsional. (mac)

*Sumber: http://www.gurukuhebat.id/surabaya-punya-museum-teknoform/

edisi Rabu, 29 November 2017