LGBT, BAGAIMANA MENYIKAPINYA?

Rudi Santoso

*Rudi Santoso (Dosen Stikom Surabaya) Peminat Persoalan Sosial-Budaya

RADAR SURABAYA (06/03) Tidak bisa dipungkiri jika LGBT (Lesbian, Gay, Bi­seksual, dan Transgen­der) menjadi pembicaraan ha­ngat akhir-akhir ini. LGBT menjadi trend di mana-mana. Semua orang angkat bicara masalah ini. Ada pro dan kontra. Namun, terlepas dari semua itu, mari kita sikapi hal tersebut sebagai sebuah keragaman.

LGBT DAN HAK ASASI

Kita harus akui dan tidak bisa membantahnya bahwa fakta LGBT itu ada. Mereka eksis, bersosialisasi, berkomunitas, dan berinteraksi. Beberapa kasus berkaitan LGBT yang menimpa pesohor di negeri ini menunjukkan fenomena bahwa LGBT sudah semakin masif. Masifitas gerakan LGBT ini memang bukan tanpa alasan. Mereka berlindung di bawah payung HAM dan UUD 1945 Pasal 28j. Dimana setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun, yang perlu disikapi adalah bahwa UUD 1945 dan HAM tidak bisa serta merta melegitimasi LGBT. Mengapa demikian? Karena dalam konstitusi, Indonesia memandang HAM memiliki bata­san. Batas tersebut adalah tidak boleh bertentangan dengan moral, nila-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum. Read the rest of this entry »