Stikom On Media

Berita STIKOM Surabaya di berbagai media.

Mahasiswa Stikom Ciptakan Alat Pendeteksi Jantung Elektronik

Alat Periksa Jantung

Eka Sari Oktarina (dua dari kiri) menunjukkan cara kerja alat pendeteksi jantung elektronik.

Senin, 13 April 2015 02:35

SURABAYA (BM) – Penyakit jantung merupakan salah satu jenis penyakit mematikan selain kanker, diabetes, dan gagal ginjal. Belakangan ini, kasus meninggal mendadak akibat serangan jatung tidak hanya dialami oleh orang tua. Mereka yang masih muda dengan fisik segar bugar pun kerap juga mengalami.

Apalagi, temuan sejumlah peneliti menyebutkan, resiko serangan jantung pada usia di bawah 65 tahun sebesar 18 persen dan 10 persen terjadi pada usia di bawah 45 tahun.

Sebagai antisipasi adanya potensi penyakit jantung terhadap seseorang, mahasiswa S1 Jurusan Sistem Komputer di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STIKOM) Surabaya membuat alat pendeteksi jantung elektronik. Meski masih dalam bentuk prototype, namun alat ini sudah bisa digunakan untuk mendeteksi sinyal denyut jantung sekaligus mentranfer data dalam bentuk grafik di komputer.
Read the rest of this entry »

Dua Jam untuk Live Sketch Hiu Putih di Extra Ordinari STIKOM

Niken (23) salah satu pengunjung pameran Extra Ordinari STIKOM di East Cost Pakuwon City, Sabtu (7/2/2015).

Niken (23) salah satu pengunjung pameran Extra Ordinari STIKOM di East Cost Pakuwon City, Sabtu (7/2/2015).

SURYA.co.id | SURABAYA – Empat pria sedang menggambar di karton putih di sudut kanan depan pameran ‘Extra Ordinari’ di East Cost Pakuwon City Surabaya, Sabtu (7/2/2015).

Para pria ini sedang mencoba menggambar satu objek yang harus diselesaikan oleh dua orang.

“Butuh waktu sekitar 2 jam untuk menyelesaikan gambar ikan hiu putih ini dengan teknik arsiran,” ujar Rizky Ridani satu di antara mahasiswa yang menggambar live sketch.

Keempat pria tersebut merupakan mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Sekolah Tinggi Manajemen Infomatika dan Teknik Komputer (STIKOM) Surabaya. Read the rest of this entry »

Bikin Display Maskot Prajurit Keraton

Kenalkan Budaya, Agung Tri Yuanto menunjukkan maskot hasil karyanya.

Kenalkan Budaya, Agung Tri Yunanto menunjukkan display maskot hasil karyanya.

SURABAYA-Lima prajurit Keraton Jogja bejajar seperti hendak melakukan pengamanan. Namun, kelimanya bukanlah prajurit sungguhan, melainkan berupa display maskot karya Agung Tri Yunanto. “Ini yang dinamakan Bregada Prajurit Jogja. Ada sepuluh prajurit yang saya bikin display-nya. Ini hanya sebagian saja, ” kata mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual Stikom Surabaya ketika ditemui di East Coast Center kemarin (8/2).

Salah satunya, Bregada Prajurit Wirobrojo seperti tentara di garis terdepan dalam setiap pertempuran. Itu juga sebutan untuk prajurit yang mengabdi pada Keraton Jogja. “Banyak yang tidak paham peran prajurit ini. Karena itu, saya buat media seperti ini agar banyak yang mengerti,” ucap Agung. Selain Prajurit Bregada Wirobrojo, ada Sumoatmojo, Dhaheng, Patangpuluh, Jogokaryo, Prawirotomo, Ketanggung, Mantrejero, Nyutro, dan Jager. “Prajurit Keraton Jogya sebagai simbol penjaga kerajaan, “lanjutnya. Read the rest of this entry »