Tahu Durian Matang tanpa Membelah

by admin

BELUM ADA SAINGAN: Jagad Lanang mempraktikkan alat ciptaannya yang bisa mendeteksi kematangan durian.

BELUM ADA SAINGAN: Jagad Lanang mempraktikkan alat ciptaannya yang bisa mendeteksi kematangan durian.

JAWA POS (18/03) – Bagi penyuka durian, tidak gampang mengetahui kematangan buah durian tanpa membukanya. Bahkan para penjualnya sekalipun. Setelah dibelah, durian itu sering kali belum matang sehingga pembeli kecewa karena buah tersebut tidak bisa dikembalikan dan dimakan.

Melihat fenomena itu, Jagad Lanang Surobramantyo, mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Teknik Komputer (Stikom) Surabaya, membuat alat pendeteksi kematangan buah durian. Alat tersebut dilengkapi dengan sensor sistem penciuman elektronik deret sensor gas semikonduktor (TGS). “Fungsinya sebagai pengukur tingkat kematangan buah,” ujar Tyo, sapaan akrabnya.

Sensor itu bekerja dengan cara mendeteksi aroma atau gas yang dikeluarkan buah. “Sensor ini lebih sering digunakan sebagai alat pendeteksi kebocoran pipa gas LPG,” jelas mahasiswa komputer itu.

Alat pendeteksi buah itu difokuskan untuk buah durian. Tyo menyatakan bahwa selama ini beberapa konsumen sulit untuk memilah buah durian yang benar-benar matang. “Kadang indra penciuman manusia bisa meleset sehingga alat ini dapat meminimalkannya,” terang Tyo.

Dia menerangkan, buah yang ingin dibeli dapat diletakkan di dalam sebuah wadah yang telah tersedia. Wadah itu sudah dilengkapi sensor sistem penciuman elektronik deret sensor gas semikonduktor (TGS). “Saat sensor mendeteksi kadar udara yang keluar dari durian, akan terlihat di monitor yang telah terhubung,” katanya. (ara/c14/end)

*Sumber: Jawa Pos | Jumat, 18 Maret 2016 | Metropolis Pendidikan | hal. 32