Teknologi – Keamanan Rumah Bisa Dikendalikan Smartphone

by admin

SURABAYA – Meningkatnya angka kejahatan membuat masyarakat semakin khawatir. Apalagi ketika di rumah tidak ada penjaganya. Melihat tingkat keamanan yang harus ditingkatkan ini, Yohanes Wahono salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIKOM) Surabaya membuat aplikasi keamanan dari smartphone.

Aplikasi Pengendali Keamanan Rumah

Aplikasi Pengendali Keamanan Rumah

Ia menciptakan software dalam sistem Android berupa perintah yang dapat mengawasi dan mengendalikan keamanan rumah. ”Aplikasinya ini masih terbatas untuk mengunci pintu dan menyalakan atau mematikan titik lampu,” papar Yohanes menjelaskan. Prinsip kerjanya, pengguna hanya perlu memanfaatkan fasilitas Google Voice Input sebagai softwaredasar perintah suara bawaan dari Android. Pengguna nantinya dapat memberikan perintah dari jarak jauh.

Karena itu dibutuhkan koneksi internet dan sebuah access point yang menghubungkan Android dengan alat bantu pendukung. ”Secara sistematis, alat ini bekerja ketika ponsel pintar Android menerima input berupa suara dari pengguna kemudian mengirimkan sinyal perintah tersebut kepada sebuah microcontrolleryang sudah dirangkai sebelumnya,” ungkap Yohanes kemarin.

Aplikasi yang dikembangkan Yohanes ini sebelumnya belum pernah ada, sehingga ia mencoba untuk mengotak atik program tersebut. Apalagi Android merupakan smartphone yang sudah banyak digunakan untuk keperluan sehari-hari. Produk ini juga bisa diimplementasikan di mana saja sehingga pemilik rumah hanya perlu bermodal ponsel pintar Android dan sebuah access point tanpa membutuhkan komputer.

”Android kan sudah menjadi gaya hidup, teteapi belum banyak yang memanfaatkan sebagai pengendali rumah. Melihat peluang ini maka saya tertarik untuk mencari aplikasi apa saja yang bisa dikembangkan. Sehingga tercetuslah untuk membuat pengendali keamanan rumah ini,” ucap Yohanes. Kaprodi S1 Sistem Komputer Stikom Surabaya Dr Jusak mengaku sangat kagum dengan hasil karya inovatif Yohanes.

Pasalnya selama penelitian Yohanes banyak trial error tetapi akhirnya berhasil menemukan microcontroller bertenaga 32 bits yang bisa dipakai untuk mengendalikan 30 alat. Ia berharap supaya aplikasi ini nantinya bisa diproduksi secara massal untuk meningkatkan keamanan rumah. Karena, alat komunikasi berupa Android memungkinkan untuk mampu melakukan perintahperintah lewat Android.

Meski sudah cukup canggih, tetapi alat pengendali kemanan rumah ini masih memiliki kekurangan terkait microcontroller. ”Kalau masih ada kekurangan wajar ya, karena ini juga sebenarnya dalam rangka tugas akhirnya dia. Saya pikir tetap bisa dikembangkan dengan perbaikan- perbaikan sistemnya,” tutur Yusak yang menjadi dosen penguji Yohanes. Kekurangan yang dialami oleh alat pengendali rumah dari yohanes ialah feedback kepada pengguna saat perintah belum terlaksana belum ditelili dengan baik.[mamik wijayanti]

Sumber: http://www.koran-sindo.com/node/334382