Ubah Sistem Perkuliahan dengan Hybrid Learning

by admin

Hybrid Learning Brilian

Hybrid Learning Brilian

SURABAYA – Stikom mendemonstrasikan hybrid learning kemarin (29/1). Software aplikasi metode pembelajaran itu dibangun melalu Google Apps for Education. Mahasiswa pun mudah berkuliah tanpa kertas.

Dalam hybrid learning, ada fitur-fitur interaktif seperti course material, assigment, score list, teleconference, dan plagiarism detector.

“Aplikasi ini memungkinkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran maupun penelitian meski di tempat berbeda,” kata Wakil Rektor Stikom Bambang Hariadi. Setiap dosen mempunyai satu fitur aplikasi untuk memantau para mahasiswa.

Rektor Stikom Budi Jatmiko mengatakan, hybrid learning memadukan metode pembelajaran tatap muka dan online. Media penyimpanannya tidak terbatas. Sebelumnya, ada riset selama sekitar setahun.

Paradigma pembelajaran berpusat pada mahasiswa. Keunggulan lain adalah memberikan umpan balik kepada mahasiswa secara secara cepat. Mahasiswa bisa melakukan proses pembelajaran di mana saja dan menyenangkan. Dosen bisa memberikan tugas, materi perkuliahan, dan pengumuman melalui aplikasi itu.

Dengan aplikasi hybrid learning, otomatis model pembelajaran yang terpusat pada dosen atau teacher center learning (TCR), sudah ditinggalkan. Sekarang semua mahasiswa Stikom telah menggunakan hybrid learning. (sti/c10/roz)

Sumber: Jawa Post Cetak | Metropolis Pendidikan | h.32