Video Museum Teknologi Informasi Jadi Destinasi Wisata Baru di Surabaya

by admin

SURYA.co.id | SURABAYA – Ratusan perangkat teknologi dipamerkan di Museum Teknologi Informasi (Teknoform) Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Selasa (28/11/2017).

Museum yang diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ini tidak hanya menampilkan perangkat teknologi terbaru, melainkan menampilkan berbagai perlengkapan teknologi mulai dari zaman mekanika hingga zaman digital.

Risma mengungkapkan keberadaan Museum baru ini pastinya bisa menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di Surabaya.

Apalagi museum menjadi tempat wisata untuk refresing dan juga edukasi bagi pengunjung.

“Semakin banyak museum maka akan semakin banyak destinasi wisata yang turut mencerdaskan masyarakat dengan berbagai alat yang dipamerkan,” ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan apresiasinya atas penyusunan barang di museum yang memperlihatkan wujud barang-barang yang terkait dengan teknologi informasi maupun perangkat keras komputer secara kasat mata.

Hal ini memudahkan orang mengetahui, melihat, mengenal, dan mengerti akan keberadaan benda-benda masa lampau, yang semuanya menjadi cikal bakal teknologi pada masa sekarang, yaitu memperlihatkan perubahan fisik yang terjadi sejak masa lalu hingga masa sekarang dalam hal ukuran serta kemampuan.

Eugenius Wijaya, kurator museum menjelaskan ada 150 item yang dipamerkan dalam museum ini.
Seluruhnya merupakan hasil mengumpulkan dari pasar loak hingga sumbangan dari alumnus atau masyarakat yang memang peduli pada perkembangan teknologi.

“Sumbangan sudah diletakkan dan disimpan disini. Kami mendesain museum ini agar bisa dinikmati dari masa ke masa. Di bagian bawah bisa melihat perkembangan teknologi yang berubah desain dan spesifikasinya melalui berbagai pernagkat yang dipamerkan,” ujarnya.

Selain itu pada bagian lantai atas terdapat perkembangan teknologi yang di kelompokkan berdasarkan jenisnya. Bisa input, output, penyimpanan data, dan lainnya.

Dikatakan Eugen, koleksi tertua di museum yaitu mesin kalkulator mekanik, Addiator yang dibuat tahun 1920.

Sedangkan teknologi paling baru yaitu teknologi games, tendowi buatan tahun 2006 dan teknologi networking, mifi tahun 2010.

Penataan museum, lanjutnya, terbagi menjadi dua bagian. Di bagian bawah menunjukkan dari zaman ke zaman.

Di bagian atas diurutkan jenis perangkatnya yang diurutkan tahun ke tahun.

Jadi dikelompokkan komputer, input, output, media penyimpanan hingga jaringan komputernya.

Rektor Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Budi Djatmiko menjelaskan adanya Museum Teknoform memperlihatkan secara lebih detil komponen-komponen yang membentuk peralatan tersebut.

Lebih lanjut, masyarakat secara langsung dapat melihat hubungan antar peralatan dalam satu rangkaian fungsional serta mengetahui banyak hal yang terkait dengan TI sejak awal peradaban manusia hingga tren di masa depan.

Selain itu untuk persembahan sembangsih alumni pada almamaternya.

“Bagi Stikom ini sangat menguntungkan, karena merupakan pembelajaran masyarakat kota dan jatim. Karena browsing saja tidak cukup menggali informasi sehingga akan kami gunakan sebagai destinasi wisata kalau memang orang berkenan,”ujarnya.

Rencananya, museum ini akan mulai diatur regulasinya untuk bisa dikunjungi masyarakat umum pada hari kerja.

*Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2017/11/28/video-museum-teknologi-informasi-jadi-destinasi-wisata-baru-di-surabaya?page=2

edisi Selasa, 28 November 2017