Wali Kota Risma Resmikan Museum Teknoform Stikom Ada Kalkulator 1920 hingga Teknologi Mifi 2010

by admin

Ratusan Perangkat teknologi dipamerkan di Museum Teknologi Informasi (Teknoform) Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Selasa (28/11). Museum yang diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ini menampilkan berbagai perlengkapan teknologi mulai dari zaman mekanika hingga era digital.

Wali Kota Risma mengungkapkan keberadaan museum baru ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Surabaya. Menurutnya museum menjadi tempat wisata untuk refresing sekaligus edukasi bagi pengunjung, “Semakin banyak museum maka akan semakin banyak destinasi wisata yang turut mencerdaskan masyarakat dengan berbagai alat yang dipamerkan,” ungkapnya.

Ia pun mengungkap apresiasinya atas penyusunan barang di museum, yang memperlihatkan wujud teknologi informasi maupun perangkat keras komputer secara kasat masta. Hal ini memudahkan orang mengetahui dan mengenal keberadaan benda-benda masa lampau. Yang semuanya menjadi cikal bakal teknologi pada masa sekarang. “Museum ini memeperlihatkan perubahan fisik yang terjadi sejak masa lalu hingga masa sekarang dalam hal ukuran serta kemampuan,” ujarnya. Eugenitas Wijaya, kurator museum menjelaskan ada 150 item yang dipamerkan dalam museum ini. Keseluruhannya merupakan hasil mengumpulkan dari sumbangan alumnus hingga berburu di pasar loak, juga bantuan masyarakat yang perduli pada perkembangan teknologi. “kami mendesain museum mini agar dinikmati dari masa ke masa. Di bagian bawah bisa melihat perkembangan teknologi yang berubah desain dan spesifikasi melalui berbagai pernagkat yang dipamerkan.” Ujarnya.

Pada bagian lantai atas terdapat perkembangan teknologi yang dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Dikatakan Eugen, koleksi tertua di museum yaitu mesin kalkulator mekanik Addiator, yang dibuat tahun 1920. Sedangkan teknologi paling baru yaitu teknologi games Tendowi buatan tahun 2006 dan teknologi networking mifi tahun 2010.

Penataan museum, lanjutnya, terbagi menjadi dua bagian. Di bagian bawah menunjukkan dari zaman ke zaman. Di bagian atas dari urutan jenis perangkatnya dari tahun ke tahun. “Jadi dikelompokkan komputer input, output, media penyimpanan hingga jaringan kommputernya,” jelasnya.

Rektor Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya, Budi Djatmiko menjelaskan adanya Museum Teknoform memperlihatkan secara lebih detil komponen-komponen yang membentuk peralatan tersebut. Menurutnya masyarakat juga secara langsung dapat melihat hubungan antar peralatan dalam satu rangkaian fungsional, serta mengetahui banyak hal terkait teknoloi informasi sejak awal peradaban manusia hingga tren di masa depan. “Museum ini merupakan sumbangsih alumni pada almamaternya,” ujarnya.

Bagi stikom sendiri, menurut Budi, sangat menguntungkan karena menjadi tempat pembelajaran masyarakat kota Surabaya dan Jatim. “Lewat browsing saja tidak cukup untuk menggali informasi, sehingga akan kami gunakan sebagai destinasi wisata kalau memang pengunjung berkenan,” ujarnya.

Rencananya, museum ini akan mulai diatur jadwalnya untuk bisa dikunjungi masyarakat umum pada hari kerja. (els)

*Sumber : Cetak Harian Surya | Edisi Rabu, 29 November 2017 | Surya Lines | Hal. 1 dan 7.